Pemerintahan
Home » Berita » Pansel Umumkan 3 Besar Calon Sekda NTB, Ada Ahsanul Khalik, Abul Chair hingga Ahmad Saufi

Pansel Umumkan 3 Besar Calon Sekda NTB, Ada Ahsanul Khalik, Abul Chair hingga Ahmad Saufi

Ketua Tim Pansel Sekda NTB, Prof. Riduan Mas'ud (kanan) dan Anggota Tim Pansel, Prof. Prof. Lalu Wirasapta Karyadi. (dok: ril)

Mataram – Panitia Seleksi (Pansel) seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menyerahkan nama tiga besar calon Sekda kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal pada Jum’at sore, (9/1/2026) di Pendopo Gubernur.

Ketua Tim Pansel, Prof. Riduan Mas’ud mengatakan dari 10 peserta yang mengikuti tahapan seleksi, telah ditetapkan tiga kandidat dengan nilai tertinggi. Ketiganya yakni Abul Chair, Ahmad Saufi, dan Ahsanul Khalik.

“Sudah ada tiga besar. Yang pertama Abul Chair, kedua Ahmad Saufi, dan ketiga Ahsanul Khalik. Selisih nilainya sangat tipis di antara ketiganya,” ujar Prof. Riduan saat dikonfirmasi usai menyerah nama tersebut ke Gubernur Iqbal.

Ia menjelaskan, hasil tiga besar tersebut disampaikan kepada Gubernur NTB secara lisan, dan akan diserahkan secara resmi melalui surat tertulis pada malam hari ini.

Selanjutnya, Gubernur memiliki kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk meneruskan tiga nama tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tak Miliki Sertifikat Budidaya, KKP Segel Tambak Udang Milik Warga Asing di Lombok Timur

“Setelah itu, di Mendagri baru diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

Prof Riduan menegaskan, untuk menjaga objektivitas dan transparansi, tim pansel dari pusat juga akan bertemu langsung dengan Gubernur NTB guna menyampaikan pandangan dan pertimbangan penilaian terhadap tiga kandidat tersebut.

“Supaya benar-benar objektif dan tanpa intervensi. Tim pansel pusat akan menjelaskan mengapa skor diberikan kepada tiga nama itu,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, Tim Pansel berjumlah lima orang, terdiri dari dua unsur pusat dan tiga dari daerah. Unsur pusat berasal dari pejabat eselon I, yakni perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Dalam Negeri, serta Deputi Persidangan Kementerian Sekretariat Negara.

“Yang kami syukuri, penilaian dari lima tim pansel itu tidak jauh berbeda. Tidak ada perbedaan ekstrem,” jelasnya.

Dirut SEG Sakit, Batal Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP

Bahkan, lanjut Prof. Riduan, penetapan tiga besar tidak membutuhkan waktu lama dan tidak melalui perdebatan panjang.

“Kami tidak melakukan rembuk alot. Karena nilai dari kami berlima hampir sama, penetapan tiga besar tidak sampai dua atau tiga jam,” tuturnya.

Terkait nilai 10 peserta, Prof. Riduan menyebut seluruh kandidat memiliki kompetensi yang relatif setara. Dilihat dari selisih skor setiap calon yang berjarak hanya nol koma.

“Sepuluh orang ini kemampuannya hampir sama. Selisih skor itu sangat kecil, nol koma sekian,” katanya.

Menanggapi anggapan publik yang menilai seleksi Sekda NTB terkesan tertutup, Prof. Riduan menepis anggapan tersebut. Belakang ia tidak bisa berkomentar banyak lantaran hasil seleksi belum rampung.

Tuding SK Muzihir Belum Sah, Akri : Tak Ada Tanda Tangan Sekjen DPP PPP

“Kami tidak menutup-nutupi. Sebelumnya memang belum bisa dibuka karena proses belum selesai. Sekarang sudah selesai, kami sampaikan secara terbuka,” tegasnya.

Ia juga menekankan tidak ada unsur perwakilan wilayah atau kepentingan tertentu dalam penilaian.

“Tidak ada perwakilan. Mereka semua orang NTB. Abul Chair cucu Gubernur NTB pertama, Ahmad Saufi lahir di Mataram, asal Rumbuk Lombok Timur, dan Ahsanul Khalik lahir di Lombok Timur,” tukasnya.

Sementara itu, anggota Tim Pansel Prof Lalu Wirasapta Karyadi menambahkan, penilaian dilakukan secara menyeluruh dari berbagai aspek, khususnya substansi dan orientasi tugas sebagi sekretaris daerah.

“Nilai dari semua aspek substantif tidak jauh berbeda, tetapi sesuai aturan tetap harus diperas menjadi tiga besar,” katanya.

Ia menegaskan, keputusan akhir penetapan Sekda NTB bukan berada di tangan tim pansel. Melainkan tim pansel hanya menetapkan tiga besar.

“Tugas kami hanya sampai tiga besar dan memberikan penilaian secara objektif. Penetapan satu nama sepenuhnya menjadi kewenangan pihak selanjutnya sesuai aturan,” pungkasnya.

Adapun 10 nama yang mendaftar tersebut diantaranya:

Aidy Furqan merupakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB sekarang Kepala Disnakertrans NTB

Fathurahman merupakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi NTB sekarang Kepala BPSDM NTB.

Jamaluddin merupakan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB sekarang Staf Ahli Gubernur NTB

Najamuddin merupakan Kepala Biro Perekonomian pada Sekretariat Daerah Provinsi NTB sekarang Kabid di BPSDM NTB.

Taufik merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bima

Wirawan Ahmad merupakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB sekarang di Diskop dan UMKM NTB.

Yusron Hadi merupakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekarang di Staf Ahli.

Abul Chair yang merupakan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur.

Ahmad Saufi merupakan Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK

NTB Ahsanul Khalik Staf Ahli Gubernur NTB sekarang di Kepala Diskominfotik NTB yang baru.(ril).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan