Lombok Barat – Sebanyak 1.500 siswa jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lombok Barat menerima bantuan tunai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar). Bantuan ini menyasar siswa kategori miskin yang tidak tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) meski memenuhi kriteria.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat, Hendra, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk menutup celah siswa miskin yang belum tersentuh program pemerintah pusat. Ia menyebut, siswa SD masing-masing menerima Rp500 ribu, sedangkan siswa SMP mendapatkan Rp800 ribu.
”Penerimanya sekitar 1.500 siswa. Untuk SD Rp500 ribu, SMP Rp800 ribu,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Hendra menegaskan bahwa penentuan penerima dilakukan melalui survei dan verifikasi lapangan, termasuk pengecekan virtual pada sejumlah kasus. Dengan mekanisme tersebut, ia memastikan bahwa bantuan benar-benar menyasar siswa yang membutuhkan.
”Yang tidak masuk Program Indonesia Pintar itu menjadi sasaran utama kami. Ada yang kami survei langsung tingkat kemiskinannya, ada juga yang secara virtual,” jelasnya.
Untuk mencegah adanya potongan dalam penyaluran, seluruh siswa penerima dibuatkan rekening pribadi bekerja sama dengan Bank NTB Syariah dan OJK.
”Dengan dibuatkan rekening, dananya langsung diterima siswa tanpa potongan apa pun,” tegas Hendra.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, berharap bantuan ini dapat membantu keluarga kurang mampu dan sekaligus menjadi langkah pemerintah daerah menekan angka putus sekolah.
Ia mengakui nilai bantuan tidak besar, namun tetap diyakini dapat meringankan beban siswa dalam memenuhi kebutuhan belajar.
”Memang tidak seberapa, tapi mudah-mudahan bermanfaat untuk anak-anak kita yang kekurangan biaya membeli perlengkapan sekolah. Jangan sampai ada yang putus sekolah hanya karena tidak punya seragam atau kebutuhan lainnya,” pungkasnya. (buk)


Komentar