Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar), berencana membangun shelter parkir di Terminal Segenter, Kecamatan Lembar, pada tahun 2025 mendatang. Fasilitas tersebut dirancang untuk menata parkir truk bermuatan berat sekaligus meningkatkan potensi pendapatan daerah melalui retribusi.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar, Lalu Ratnawi, mengatakan perencanaan pembangunan shelter telah rampung. Namun, pemilihan material menjadi pertimbangan utama karena kondisi terminal yang kerap digunakan sebagai area parkir kendaraan dengan tonase besar.
”Perencanaannya sudah ada, sudah jadi. Tapi karena cuaca dan kondisi lapangan, area parkir untuk truk tidak bisa memakai paving block karena bebannya terlalu berat. Jadi harus menggunakan beton khusus seperti standar terminal pelabuhan,” katanya, Jumat (21/11/2025).
Ia menambahkan, penggunaan paving block dikhawatirkan akan cepat rusak dan menurunkan kualitas konstruksi, sehingga beton menjadi pilihan yang lebih aman dan tahan lama.
Ratnawi juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Bupati, shelter parkir tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti toilet, mushalla, dan area kuliner. Selain itu, pihaknya juga akan memasang portal otomatis untuk memastikan truk-truk besar parkir di area yang sudah ditentukan.
”Dengan adanya portal otomatis, semua truk diarahkan ke satu lokasi parkir. Dari situ kita bisa menarik retribusi, apakah dengan sistem per jam atau per hari. Mekanismenya akan diatur saat pelaksanaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan shelter parkir telah masuk dalam rencana kerja Dinas PUTR dan ditargetkan mulai dieksekusi tahun depan.
Sebelumnya, Kondisi Terminal Segenter di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memprihatinkan. Fasilitas yang semestinya menjadi sarana penunjang mobilitas logistik dan transportasi antar-pulau itu kini terbengkalai tanpa perawatan memadai.
Pantauan di lokasi pada Rabu (12/11/2025), hampir seluruh area terminal tergenang air akibat hujan, menjadikan lahan parkir berlumpur dan tidak rata. Akses keluar-masuk kendaraan pun menjadi sulit, terutama bagi truk besar yang biasa parkir di area tersebut.
Selain becek dan berlubang, terminal tampak tidak terurus. Rumput liar tumbuh tinggi di sekitar area parkir, sementara sejumlah peternak setempat bahkan menggiring sapi mereka masuk untuk merumput di area terminal yang seharusnya steril dari aktivitas lain.
Kondisi tersebut menuai keluhan dari para sopir yang rutin menggunakan fasilitas terminal. Hendrikus, sopir truk asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), menilai fasilitas di Terminal Segenter jauh dari kata layak.
”Kondisinya sangat memprihatinkan, mungkin ini yang paling buruk dari yang kami singgahi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia mengaku khawatir kondisi tanah yang becek dan tidak rata dapat merusak kendaraan, sehingga memilih memarkirkan truknya di tepi jalan dekat pintu masuk.
”Enggak berani masuk ke dalam, takut mobil susah keluar atau malah terjebak lumpur,” tuturnya. (buk)


Komentar