Mataram – Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa di wilayah Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima kini telah surut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi mengatakan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut kini telah berjalan seperti biasanya.
“Sekarang masyarakat sudah bisa mampu beraktivitas kembali sejak h plus satu sudah normal kembali kondisinya. Sudah baik, dan tidak terlalu mengkhawatirkan, sudah aman itu,” ujarnya pada, Selasa (18/11/2025).
Kendati demkian, Ahmadi mengingat kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap bencana banjir susulan lantaran curah hujan yang semakin tinggi pada awal musim hujan kali ini.
“Artinya kedepannya pasti akan ada banjir susulan yang lebih besar, untuk itu berhati-hati beraktivitas yang ada di bantaran sungai, baik itu penyimpanan makanan, alat-alat elektronik, itu tidak ditaruh di bawah, supaya mengurangi kerugian daripada masyarakat,” jelasnya.
Ahmadi tidak menapik akan terjadinya banjir susulan, mengingat musim penghujan yang diprediksi masih berlangsung selama lima bulan ke depan, yakni hingga April tahun 2026.
“Akan terjadi berikutnya, kan kita baru mulai (musim hujan). Kan baru satu bulan ini kita dikasih banjir sama allah ini, satu bulan ini, akan ada bulan Desember, Januari, Februari, Maret, April, ini ada lima bulan lagi itu yang kita hadapi berikutnya,” tuturnya.
Maka dari itu, Ahmadi menjelaskan antisipasi yang dilakukan oleh Pemprov NTB adalah dengan memberikan peringatan dini dan mitigasi kepada seluruh masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota bersama Forkopimda untuk selalu bersinergi dalam mengawal keselamatan masyarakat.
“Terutama pemerintah daerah bersama jajarannya, BPBD, TNI, Polri, SAR, Dinas Sosial, Kesehatan, atau NGO yang lain itu untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka mengatasi terjadinya bencana,” ucapnya.
Terkait penanggulangan banjir di Sumbawa, Bima, dan Dompu beberapa waktu lalu, Ahmadi menyebutkan bahwa BPBD NTB telah menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
“Mengenai logistik masyakat, jauh sebelum terjadi bencana sudah kami distribusikan baik ke BPBD kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima, Kota Bima, semua sudah kami serahkan, bahkan dua kali tambahin ke sana,” ungkapnya.
Akibat dari banjir tersebut pun tidak terlalu parah, Ahmadi menuturkan masyakat yang terdampak hanya perlu membersihkan rumah akibat genangan air yang masuk.
“Kerugiannya paling pembersihan rumah saja, dan masyarakat juga cepat balik untuk beraktivitas kembali sehingga tidak ada pengungsian, paling sekitar di situ aja sambil menunggu air surut,” lanjutnya.
Lebih jauh, Ahmadi menyebutkan tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan akibat banjir di tiga wilayah tersebut. Hanya saja terdapat beberapa korban yang mengalami luka-luka ringan.
“Tidak ada, korban jiwa tidak ada, semua aman. Yang luka-luka mungkin ada tapi tidak berat lah,” tukasnya.
Terkait hitung-hitungan keriguan materil, Ahmadi belum merincikan. Pihaknya tetap berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk mendapatkan data akurat terkait angka kerugian materil yang disebabkan oleh banjir tersebut.
“Ini kita minta nanti, nanti kita hitung berdasarkan rumah-rumah yang terendam itu, nanti kita hitungan kan nanti,” pungkasnya. (ril)


Komentar