Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengantisipasi terjadinya lonjakan wisatawan di sejumlah destinasi wisata selama libur Tahun Baru 2026 yang bertepatan dengan masa libur sekolah. Pengelola destinasi atau pelaku wisata diminta memastikan aspek keamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan kesiapan destinasi wisata sejatinya telah dilakukan sejak momentum libur Natal. Memasuki libur Tahun Baru, pengelola diharapkan tetap konsisten menerapkan standar pelayanan dan keamanan sesuai arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata.
“Pada saat libur Natal kemarin, kesiapan destinasi sudah kita laksanakan. Sekarang di libur Tahun Baru, prinsipnya sama, bagaimana wisatawan yang datang bisa merasa aman, nyaman, dan senang,” ujarnya, pada Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, sesuai arahan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal bersama Forkopimda, pengelola destinasi wisata diminta menyiapkan contingency plan atau rencana kesiap siagaan untuk mengantisipasi berbagai risiko, terutama potensi bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi pada musim libur akhir tahun.
“Kita bersama pengelola destinasi harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi atau contingency plan, terutama terkait keselamatan pengunjung dan kondisi cuaca. Ini sudah kita konsolidasikan,” katanya.
Selain soal keamanan, Dispar NTB juga mengingatkan pengelola destinasi agar tidak menarik tarif atau retribusi tanpa dasar yang jelas. Setiap pungutan harus sesuai dengan aturan dan sebanding dengan layanan yang diberikan kepada wisatawan.
“Penarikan retribusi dan sebagainya di masyarakat itu harus ada dasarnya, artinya kami harapkan di semua event-event atau musim wisata tentu tarif ataupun retribusi itu harus memiliki dasar dan sesuai dengan layanan yang diberikan,” tegasnya.
Kepada masyarakat dan wisatawan yang memanfaatkan libur Tahun Baru dan libur sekolah, Aulia mengimbau agar tetap waspada terhadap kepadatan pengunjung, menjaga kebersihan, serta mematuhi rambu dan standar operasional prosedur (SOP) di setiap destinasi wisata.
“Kami berharap wisatawan ikut menjaga keselamatan diri masing-masing, mematuhi SOP dan rambu yang ada, serta menjaga kebersihan destinasi,” pungkasnya. (ril)


Komentar