Mataram – Penanganan kasus dugaan tambang emas ilegal di wilayah Sekotong, Lombok Barat, tinggal selangkah lagi. Hal itu menyusul adanya kegiatan gelar perkara yang dilakukan oleh Polres Lombok Barat dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB, pada Rabu (19/11/2025) kemarin.
Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol FX Endriadi mengatakan, gelar perkara itu untuk menilai kelengkapan konstruksi hukum dari penyidik polres.
“Asistensi dan pendampingan untuk melihat perkembangan penyidikan. Progresnya sudah cukup signifikan,” kata Endriadi, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, penyidik kini tinggal menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap dua saksi mata yang melihat langsung aktivitas penambangan ilegal tersebut. Selain itu, satu ahli pertambangan juga akan dimintai keterangan tambahan.
“Masih ada dua saksi dan satu ahli pertambangan yang akan kami periksa,” ujarnya.
Di sisi lain, penyidik juga telah melakukan koordinasi dengan Interpol untuk melacak keberadaan Warga Negara Asing (WNA) asal China yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang.
“Koordinasi dengan Interpol sudah dilakukan. Doakan segera ditemukan supaya semuanya terang,” ucapnya.
Sebelumnya, Polda NTB juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi sebagai langkah awal penelusuran identitas dan mobilitas para pekerja asing tersebut.
Endriadi menambahkan, pihaknya baru saja menggelar rapat perkara untuk memastikan kelengkapan alat bukti. Dari hasil gelar tersebut, penyidik menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan surat perintah penyidikan terbaru.
“SPDP dan Sprindik yang baru sudah kami terbitkan,” jelasnya.
Sejumlah saksi dan ahli juga telah diperiksa. Termasuk penyitaan barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal itu. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi.
“Lokasi sudah dipasang police line. Itu menandakan tempat tersebut dalam pantauan penyidik dan tidak boleh ada aktivitas penambangan apa pun,” tegasnya.
Sebelumnya, tim gabungan Polres Lombok Barat, Polda NTB, dan Dit Tipidter Bareskrim Polri juga telah turun ke lapangan memastikan penanganan kasus berjalan sesuai SOP. (Zal)


Komentar