Mataram – Proyek pengadaan alat peraga untuk sejumlah SMK di Nusa Tenggara Barat (NTB), senilai Rp39 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 menuai sorotan. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) NTB, menilai program ini bermasalah, bahkan disebut-sebut ada uang “pelicin” atau fee sebesar 30 persen yang mengalir ke oknum pejabat.
Ketua MAKI NTB, Heru Satriyo, menyebut pengadaan alat peraga sudah disalurkan ke 11 sekolah dengan total 30 jurusan.
“Sudah selesai turun itu,” katanya, Senin (15/9/2025).
Berdasarkan penelusuran MAKI, penerima bantuan tersebar di beberapa daerah, antara lain SMKN 2 Mataram, SMKPP Negeri Mataram, SMKN 2 Kuripan, SMKN Kopang, hingga SMKN 1 Selong. Total anggaran yang tersalurkan mencapai Rp39,2 miliar, dengan pencairan mulai 29 Agustus 2025.
Namun, MAKI menemukan indikasi manipulasi dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Heru mengungkapkan, RAB yang diajukan sekolah justru tidak digunakan, melainkan diganti dengan RAB dari pabrik atau distributor.
“RAB dari pabrikan itu yang dipaksakan ke sekolah, seolah-olah permohonan dari sekolah. Padahal, pihak sekolah dipaksa menerima,” jelasnya.
Temuan lain yang mencuat adalah adanya dugaan fee 30 persen untuk pejabat tertentu. Indikasi ini, kata Heru, menguat setelah sejumlah pejabat dikabarkan bertemu dengan vendor di salah satu hotel di Kota Mataram pekan lalu. MAKI memastikan akan membawa persoalan ini ke Kejaksaan Tinggi NTB.
“Kami sedang kumpulkan materi pelaporan, termasuk menelusuri aliran fee. Nanti H-1 akan kami kabari,” tegas Heru.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Lalu Hamdi, belum memberikan jawaban terkait tudingan ini. Mantan Plt Kadis Dikbud NTB, Abdul Aziz, yang ikut dikonfirmasi, membenarkan dirinya sempat menangani tahap awal program tersebut.
Aziz mengaku menunjuk pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Juli 2025, namun ia tak mengetahui proses selanjutnya lantaran pensiun pada 1 September.
“Siapa pemenangnya saya tidak tahu, karena sudah pensiun. Intinya sesuai dengan penawaran, siapa yang termurah itu yang menang,” ujarnya.(cw-zal)


Komentar