Peristiwa
Home » Berita » Penjelasan Bank NTB Syariah Dituding Sesat, Guarantee Letter Ditagih Hingga Lelah

Penjelasan Bank NTB Syariah Dituding Sesat, Guarantee Letter Ditagih Hingga Lelah

Gedung Bank NTB Syariah di Jalan Udayana, Kota Mataram (dok: ril)

Mataram — Pihak penyedia akomodasi ajang Motocross Grand Prix (MXGP) 2023, Hotel Merumata Senggigi membantah keterangan Bank NTB Syariah.

Pihak hotel menilai Bank NTB Syariah justru seperti menutup mata terkait guarantee letter atau surat jaminan pembayaran yang diterbitkan bank pelat merah tersebut.

Kekecewaan itu diungkapkan oleh A’ang Sadikin, Sales Manager Hotel Merumata, menanggapi pernyataan Corporate Communication Bank NTB Syariah, Muhammad Ridwan Kurnia, yang sebelumnya mengklaim bahwa tidak pernah ada pihak mana pun baik vendor maupun hotel yang datang menagih ke kantor Bank NTB Syariah.

“Pak Arif juga beberapa kali sempat ketemu saya di sana, bahkan dengan Pak Ramzi yang bidang Corporate-nya pun kami bertemu,” ujar A’ang saat dikonfirmasi WartaSatu, Selasa (11/11/2025).

Ia kembali mengingatkan, bila saat itu pihak hotel menolak menyediakan kamar. Tapi, datang pihak Bank NTB Syariah sambil membawa guarantee letter. Padahal, sesuai ketentuan manajemen hotel, tak akan menyediakan kamar tanpa adanya uang muka.

Nasabah Mengeluh, M-Banking Bank NTB Syariah Masih Gangguan

A’ang membantah keras klaim sepihak dari Ridwan tersebut. Ia menegaskan, sudah berulang kali mendatangi kantor Bank NTB Syariah untuk menagih pelunasan, bahkan jauh sebelum Ridwan menjabat di posisi sekarang.

“Logikanya kan saya sudah lelah nagih, dia baru masuk Bank NTB. Ya jelas, dia nggak ketemu saat kami lagi gencar-gencarnya nagih ke sana. Hehe. Itu pun saya sudah sempat hubungi beliau, saya sudah pernah saya ajak komunikasi,” tegasnya.

A’ang juga menyayangkan pernyataan Ridwan yang dinilai menyesatkan publik. Ia menilai, pihak bank seharusnya mengakui adanya komunikasi dengan pihak hotel, bukan justru mengelak.

“Jangan membantah seperti itu. Apa perlu dimuat di media percakapan WhatsApp-nya Pak Ridwan dengan saya?” ujarnya dengan nada kesal.

Sebelumnya, Hotel Merumata menagih pelunasan biaya akomodasi senilai Rp669 juta kepada Bank NTB Syariah selaku penjamin pembayaran dalam ajang MXGP 2023.

Ditolak LPSK, Kejati Berpotensi Jerat 15 Anggota DPRD NTB dengan Pasal Gratifikasi

Hingga kini, pihak hotel mengaku belum menerima kejelasan soal pelunasan tagihan tersebut.

“Seolah-olah kok kami ini tidak upaya, sudah sampai lelah menagih,” tegasnya.

Dalam guarantee letter berstempel Bank NTB Syariah tertulis jaminan kamar untuk kebutuhan MXGP di Hotel Merumata dengan total Rp669.702.500.

Guarantee Letter Bank NTB Syariah yang menjadi dasar pemberian kamar bagi riders MXGP. Namun, hingga kini bank milik pemerintah ini belum ada tanda-tanda melunasi. (Keterangan foto)

Ada 14 kamar Superior Garden Room (Rp977.500/malam) dan 4 kamar Bungalow(Rp1.150.000/malam), total Rp73.140.000.

Dua Tim Pansel Kawal Pengisian 13 Jabatan Lowong di Pemprov NTB

Kemudian 29 kamar Superior Garden Room dan 16 kamar Bungalow, total Rp514.222.500. Berikutnya 10 kamar Bungalow senilai Rp11.500.000.

Ada juga 14 kamar Superior Garden Room dan 2 kamar Bungalow, total Rp63.940.000. Tambahan 2 kamar Bungalow dengan total biaya Rp6.900.000.(zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan