Pariwisata
Home » Berita » ‎Peresean Resmi Masuk Kalender Bulanan Wisata di Kota Mataram

‎Peresean Resmi Masuk Kalender Bulanan Wisata di Kota Mataram

Tradisi Presean suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (dok. Indonesia kaya/ist)

Mataram – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, resmi menetapkan pertunjukan kesenian tradisional peresean sebagai agenda bulanan pariwisata daerah. Kebijakan ini menjadi strategi pemerintah kota dalam memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya lokal sekaligus upaya melestarikan tradisi masyarakat Sasak.

‎Pertunjukan peresean akan digelar rutin setiap bulan pada pekan ketiga di Taman Loang Baloq, dan dibuka gratis untuk masyarakat maupun wisatawan.

‎”Mulai tahun ini, pertunjukan peresean akan digelar rutin setiap bulan pada minggu ketiga di Taman Loang Baloq secara terbuka dan gratis,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, Selasa (25/11/2025).

‎Cahya menjelaskan, penetapan agenda ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi wisata, tetapi juga ruang bagi para pepadu dari Mataram maupun luar daerah untuk tampil dan mempertahankan eksistensi seni tradisi yang mengakar dalam budaya Sasak.

‎”Kegiatan yang digelar setiap bulan ini bagian dari komitmen kami menjaga warisan budaya dan memperkenalkannya lebih luas,” ujarnya.

‎Menurut Cahya, menjadikan peresean sebagai kalender bulanan akan memberikan kepastian jadwal bagi wisatawan. Dengan agenda yang terstruktur, wisatawan dapat lebih mudah merencanakan kunjungan ke Mataram.

‎”Tujuannya agar wisatawan dapat merencanakan kunjungan ke Kota Mataram untuk menyaksikan langsung pertarungan adat yang sarat nilai keberanian tersebut,” jelasnya.

‎Selain melestarikan budaya, Pemerintah Kota Mataram berharap agenda rutin ini berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

‎Pertunjukan yang digelar di ruang publik seperti Taman Loang Baloq dinilai mampu menciptakan atmosfer wisata yang hidup dan memperkuat citra Mataram sebagai kota beridentitas budaya.

‎”Harapannya, peresean bulanan ini tidak hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga membawa dampak langsung bagi ekonomi warga,” tutupnya. (buk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan