Mataram – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyoroti kondisi fasilitas kesehatan serta penanganan stunting di Desa Lantan, tepatnya di Dusun Lantan Duren, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja di lokasi tersebut pada Kamis, (5/3/2026).
Dalam agenda tersebut, Iqbal bertemu langsung dengan perangkat desa, kader Posyandu, serta masyarakat setempat. Ia juga berdialog dengan para kader yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan penanganan stunting serta peningkatan layanan kesehatan bagi ibu dan anak. Bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Sintha Agatia, Iqbal memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang mengalami stunting dengan menyalurkan bantuan tambahan gizi berupa makanan bergizi.
“Pemerintah provinsi ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup. Penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan dimulai dari desa,” ujar Iqbal saat berdialog dengan warga dan kader Posyandu.
Selain menyalurkan bantuan gizi, Iqbal juga meninjau kondisi fasilitas Posyandu di desa tersebut. Ia menemukan sejumlah fasilitas yang sudah tidak layak digunakan sehingga perlu segera diperbaiki agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa berjalan lebih optimal.
Iqbal pun berjanji akan memperbaiki fasilitas kesehatan itu, sebagai tempat pelayanan yang digunakan untuk memantau kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai sangat penting untuk menunjang upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Dalam kesempatan yang sama, para kader Posyandu juga menerima bantuan Posyandu KIT yang berisi berbagai peralatan penunjang pelayanan kesehatan, seperti timbangan berat badan, alat pengukur tekanan darah, serta perlengkapan dasar lainnya.
Iqbal menegaskan dukungan terhadap kader Posyandu perlu terus diperkuat karena mereka berperan penting dalam memantau tumbuh kembang anak sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Melalui perbaikan fasilitas kesehatan dan dukungan kepada kader Posyandu, pemerintah provinsi berharap pelayanan kesehatan ibu dan anak di desa dapat semakin meningkat serta upaya penanganan stunting bisa berjalan lebih efektif.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kita ingin memastikan mereka memiliki alat yang memadai untuk menjalankan tugasnya,” tandasnya.(ril).


Komentar