Mataram – Ratusan Mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok ramai-ramai bersihkan sempadan pantai Loang Baloq, Kota Mataram. Hujan yang tak kunjung reda, tak menyurutkan semangat untuk menjaga kebersihan.
Direktur Poltekpar Lombok Ali Muhtasom mengatakan aksi bersih-bersih pantai ini masuk ke dalam program Getol Berwisata atau Gerakan Toilet Bersih Destinasi Wisata dalam mendukung pariwisata berkualitas di NTB.
Getol Berwisata ini, Ali berujar, merupakan arahan sekaligus amanah dari Kementerian Pariwisata dalam mendukung program prioritas wisata bersih di sejumlah destinasi di Nusa Tenggara Barat. Aksi bersih-bersih pantai Loang Baloq ini juga untuk menyambut pergantian tahun baru 2026.
Menurutnya, aksi bersih-bersih ini telah dilakukan di empat destinasi wisata seperti di Pantai Kuta Mandalika, Pantai Tanjung Aan, Pantai Ampenan Mataram, Kawasan Sembalun dan terkahir pantai Loang Baloq Kota Mataram.
“Kita sudah melaksanakan di beberapa tempat dan ini yang kelima tahun 2025 ini. Nanti 2026 kami akan fokus kembali ke pariwisata berkualitas,” kata Ali ditemui di Pantai Loang Baloq, Sabtu (27/12/2025).
Ali menuturkan, aksi bersih-bersih destinasi yang melibatkan ratusan mahasiswa Poltekpar Lombok ini sebagai bentuk kepedulian terhadap destinasi bebas sampah. Selain itu, Poltekpar Lombok juga melakukan bersih-bersih toilet yang kerap menjadi keluhan wisatawan saat berkunjung.
“Jadi menurut kami yang paling krusial adalah kebersihan sampah dan toilet. Sehingga ini harus kita seriusi. Kan kami di Poltekpar Lombok punya program khusus Getol Berwisata. Nah ini akan kita garap dengan semua stakeholder ke depan,” ujar Ali.
Selain melibatkan mahasiswa, Poltekpar Lombok juga melibatkan para pelaku wisata untuk melakukan aksi bersih-bersih destinasi. Poltekpar Lombok, Ali berujar, juga memberikan edukasi kepada pengelola destinasi di Lombok untuk melakukan standarisasi toilet sebagai kebutuhan dasar wisatawan di lokasi wisata.
“Kita akan melakukan edukasi dan pelatihan bagimana standarisasi toilet di destinasi wisata. Nah kami akan melakukan pendampingan bagimana toilet itu menjadi standar sehingga menjadi bagian dari indikator pariwisata berkualitas di NTB ke depan,” katanya.
Menurut dia, kebersihan toilet di lokasi wisata harus menjadi standar utama pariwisata di NTB. Sebab belum ada pilot projek destinasi wisata yang telah terstandarisasi kebersihan dan kelengkapan toilet.
“Tadi saya tawari Pokdarwis Loang Baloq kalau mau jadi pilot projek kebersihan toilet, monggo kami bantu. Karena kami harap kebersihan toilet di semua destinasi menjadi budaya dan peradaban baru pariwisata NTB. Itulah harapannya. Dan destinasi wisata Loang Baloq kita lihat memang membutuhkan dukungan dari Pokdarwis dan harus punya inisiatif agar ada keberlanjutan,” katanya.
Kebersihan toilet, Ali melanjutkan, selalu menjadi keluhan wisatawan di destinasi di Lombok. Bahkan kepuasan pelanggan atau wisawatan bisa dinilai dari keberadaan dan kebersihan fasilitas vital toilet.
“Toilet ini faktor keluhan terbesar ya dari kepuasan pelanggan. Nah kami tidak ingin ada keluhan itu. Jadi nanti, kita akan hitung toilet itu idealnya berapa di destinasi itu dan harus membedakan toilet laki-laki dan perempuan. Jadi ada standarnya,” katanya.
Ali pun akan berkoordinasi dengan Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata untuk mendorong standarisasi toilet di setiap destinasi di Lombok. Musababnya, pemerintah NTB telah menyusun program kerja pariwisata berkualitas untuk kemajuan pariwisata di NTB.
“Tentu kita akan berkoordinasi ya. Tapi yang paling penting semua stakeholder harus ikut terlibat menjaga juga kebersihan destinasi ini. Itu saja harapan kami,” tandas Ali.(ril)


Komentar