Pemerintahan Peristiwa
Home » Berita » ‎Protes Jalan Rusak, Kades di Lombok Tengah Lakukan Aksi Mandi Lumpur

‎Protes Jalan Rusak, Kades di Lombok Tengah Lakukan Aksi Mandi Lumpur

Aksi Kades dan Warga Bonder mandi di kubangan jalan rusak di Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Sabtu, (20/12/2025). (Ist)

Lombok Tengah – Video Kepala Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Selamat Riadi, melakukan aksi mandi di genangan air pada jalan berlubang viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, Sabtu (20/12/2025).

‎Dalam video yang beredar, Kepala Desa Bonder, Riadi atau yang akrab disapa Rebe, tampak mandi di kubangan air di tengah jalan berlubang sambil disaksikan warga dan pengguna jalan. Aksi tersebut sontak menarik perhatian publik dan menuai beragam komentar warganet.

‎Tak hanya kepala desa, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kecamatan Praya Barat juga ikut melakukan aksi mandi lumpur sebagai bentuk solidaritas dan kekecewaan atas lambannya penanganan jalan rusak tersebut.

‎Aksi ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook @Dneq Husen pada Sabtu (20/12/2025). Sejumlah warganet turut menyuarakan dukungan. Salah satunya pemilik akun Bajang Lauq yang berharap video tersebut dapat membuka mata para wakil rakyat.

‎”Mudah-mudahan lewat video mandi di lubang jalan raya ini, DPR terbangun dari tidurnya untuk segera menyampaikan aspirasi masyarakat Praya Barat,” tulisnya di kolom komentar.

‎Ketua Karang Taruna Indonesia, Lombok Tengah, Sadam Husen, membenarkan aksi tersebut merupakan bentuk protes bersama yang digagas pemuda dan warga melalui Karang Taruna Kecamatan Praya Barat.

‎”Ini bentuk protes pemuda dan warga melalui Karang Taruna Kecamatan,” ujar Husen saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025).

‎Ia mengungkapkan, sebelumnya pihak desa telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terkait kondisi jalan tersebut. Namun, pemerintah mengaku terkendala keterbatasan anggaran.

‎”Sebelumnya sudah kami komunikasikan dengan pemerintah kabupaten, tapi katanya belum ada anggaran,” ungkapnya.

‎Sebagai langkah sementara, lanjut Husen, Karang Taruna Kecamatan Praya Barat kini melakukan penggalangan dana secara mandiri untuk perbaikan darurat.

‎”Kegiatan ini sudah berjalan sekitar dua minggu. Kami melakukan donasi untuk perbaikan sementara sambil menunggu adanya anggaran dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi NTB,” jelasnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi tersebut. (buk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan