Pemerintahan
Home » Berita » Provinsi NTB, NTT dan Bali Jalin Kerjasama Kembangkan Kawasan Konservasi Laut Berbasis Wisata Bahari

Provinsi NTB, NTT dan Bali Jalin Kerjasama Kembangkan Kawasan Konservasi Laut Berbasis Wisata Bahari

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim (dok: ril)

Mataram – Tiga Provinsi di kawasan timur Indonesia, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali, bersepakat memperkuat kerja sama di bidang pariwisata pengembangan bahari dan pengelolaan kawasan konservasi laut. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan tiga gubernur yang digelar di Kantor Gubernur Bali, pada Senin (3/11/2025) lalu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim mengatakan provinsi ketiga itu memiliki potensi wisata bahari yang saling melengkapi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi untuk mengelola kawasan konservasi laut secara terpadu dan berkelanjutan.

“Yang pertama itu kita melihat kenyataan, jadi tiga wilayah ini adalah sesuatu yang sangat potensial dari sisi destinasi wisata. Wisata kita ini kan ada yang di pegunungan, di alam, ada yang di wilayah perairan, laut,” ujarnya saat ditemui pada Selasa, (04/10/2025).

Muslim menjelaskan, NTB memiliki kawasan konservasi laut yang sebagian besar masuk dalam destinasi wisata. Oleh karena itu, pengelolaan berbasis pariwisata bahari menjadi fokus dalam kerja sama tiga provinsi ini.

“Karena kita kebetulan mempunyai kawasan konservasi laut dan juga semua hampir masuk destinasi wisata, maka kita dorong untuk membangun jejaring pengelolaan kawasan konservasi berbasis pariwisata bahari,” katanya.

Kepala Sekolah SMK se-NTB Diperiksa Kejati Soal Dugaan Korupsi DAK Dikbud 2023

Menurut Muslim, kerja sama ini penting mengingat wilayah ketiga memiliki kawasan unggulan masing-masing, yakni Labuan Bajo di NTT sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) super prioritas, Mandalika di NTB, dan Nusa Dua di Bali.

“Kenapa itu perlu, karena satu sisi NTT sudah punya Labuan Bajo sebagai KSPN super prioritas dan premium, NTB sudah punya Mandalika, dan Bali juga sudah punya Nusa Dua, sama-sama kawasan yang memiliki kelebihan dan strategi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hampir 8 ribu wisatawan yang datang dari Bali dan Labuan Bajo untuk melihat hiu paus yang ada di perairan NTB. Artinya menurut Muslim, pariwisata sektor laut NTB telah dilirik oleh wisatawan dari jauh hari.

“Wisatawan dari Bali, wisatawan dari Labuan Bajo, cuma banyak yang datang untuk menikmati hiu paus, dan terbukti sampai sekarang sekitar 7 ribu lebih hampir 8 ribu wisatawan asing itu singgah di sana, artinya itu yang sudah terkelola,” tuturnya.

Muslim berharap, sinergi tiga daerah ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir. Tak hanya itu, jika dibuatkan sistem pengaturan jadwal kunjungan di masing-masing daerah, akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan menambah pendapatan daerah dari sektor pariwisata kelautan.

Tim Ahli Gubernur NTB Bantu Percepat Program Strategis di Seluruh OPD

‎”Kalau kita lebih efektifkan lagi dengan sistem schedule yang sudah disepakati bersama, akan jauh lebih memaksimalkan nilai tambah bagi para operator kita berupa masyarakat kita di bawah, termasuk juga oleh pemerintah daerah dari sisi pendapatan,” pungkasnya. (Ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan