Pemerintahan
Home » Berita » PT GNE Fokus Jadi Perusahaan Konstruksi, Digabung dengan NTB Kapital

PT GNE Fokus Jadi Perusahaan Konstruksi, Digabung dengan NTB Kapital

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Gerbang NTB Emas (GNE) akan menjadi bagian dari BUMD baru yakni NTB Capital.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa integrasi ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola sekaligus mengarahkan GNE memiliki bisnis inti yang jelas dan menguntungkan.

Menurut Iqbal, setelah integrasi, PT GNE akan diarahkan menjadi perusahaan yang bergerak pada sektor konstruksi, terutama penyediaan bahan baku. Hal itu didasarkan pada kebutuhan pembangunan NTB dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

“GNE nanti kita proyeksikan jadi perusahaan konstruksi. Bisnisnya bahan baku konstruksi. Jadi dia melihat kebutuhan NTB ke depan dan masuk ke bisnis itu,” ujarnya pada Jum’at, (14/11/2025).

Mantan Dubes RI untuk Turki itu menambahkan, meski proses penataan ulang PT GNE belum sepenuhnya selesai, perbaikan manajemen yang dilakukan dalam setahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Perusahaan yang sebelumnya merugi kini mulai mencatatkan keuntungan.

Tim Ahli Gubernur NTB Bantu Percepat Program Strategis di Seluruh OPD

“Meskipun belum beres, tapi setelah kita tata ulang, bisnisnya sudah untung. Sudah bisa membayar komisaris, direksi, bahkan menyisakan uang untuk bulan berikutnya. Cicilan hutang dibayar, dan mereka bisa berjalan,” jelasnya.

“Problemnya dari dulu hanya manajemen. Ketika dikelola baik, pasti bagus,” tambahnya.

Untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Pemprov NTB masih harus menyelesaikan tunggakan pajak PT GNE. Iqbal menyebutkan total kewajiban pajak perusahaan mencapai sekitar Rp 5 miliar lebih.

“Ada tunggakan pajak sampai 2022 sekitar Rp 3,5 miliar, dan 2023-2024 sekitar Rp 2 miliar. Totalnya sekitar Rp 5 miliar, ini kita bayar dulu supaya bisa RUPS dan membuka blokir,” bebernya.

Lebih jauh, Iqbal mengatakan bahwa NTB Capital sendiri tidak akan memiliki bisnis langsung, melainkan berperan sebagai perusahaan induk investasi. Semua unit usaha maupun aset milik pemerintah daerah yang selama ini tidak terurus akan ditempatkan di bawah anak perusahaan NTB Capital yang khusus menangani manajemen aset.

Tak Miliki Sertifikat Budidaya, KKP Segel Tambak Udang Milik Warga Asing di Lombok Timur

“NTB Capital itu core bisnisnya investasi. Tidak punya bisnis langsung. Nanti ada anak perusahaan yang mengelola aset-aset daerah, supaya ditangani oleh orang yang memang profesional,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan