Ekonomi Pemerintahan
Home » Berita » PT GNE Kini Bisa Untung dan Setor Dividen ke Pemprov NTB

PT GNE Kini Bisa Untung dan Setor Dividen ke Pemprov NTB

Gedung PT GNE yang berada di Simpang enam Jalan Selaparang Cakranegara, Kota Mataram. (dok: Facebook PT GNE)

Mataram – Salah satu BUMD milik Pemprov NTB, yakni PT Gerbang NTB Emas (GNE), berhasil meraup keuntungan Rp 278,9 juta dan menyetorkan dividen Rp 153,4 juta sepanjang kinerja tahun 2025.

Hasil tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kinerja tahun 2024, yang menunjukkan perusahaan merugi sebesar Rp 3,24 miliar.

Capaian positif ini diperoleh setelah Pemprov NTB melakukan pembenahan menyeluruh dengan penyertaan modal sebesar Rp8 miliar dalam APBD Perubahan 2025.

Suntikan modal tersebut difokuskan untuk menyelesaikan utang pajak yang mencapai Rp 5,4 miliar serta memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.

Alhasil, PT GNE dapat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menentukan jajaran direksi baru dan mematangkan arah bisnis ke depan.

BGN Cabut Status Suspend 28 Dapur MBG di NTB

Kinerja tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, setelah mendapatkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) PT GNE tahun 2025.

Meski keuntungan terbilang sedikit, Sambirang mengapresiasi capaian awal perusahaan yang berhasil keluar dari fase kerugian.

“Apresiasi atas kinerja PT GNE dari kondisi rugi Rp3,24 miliar pada 2024 menjadi laba Rp278,9 juta pada 2025. Kemudian kontribusi dividen sebesar Rp153,4 juta, skor kesehatan mencapai 60,8 kategori sehat A, serta pelunasan tunggakan pajak sebesar Rp5,79 miliar yang tuntas karena ada penyertaan modal,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, kebijakan penyertaan modal yang dilakukan oleh Pemprov NTB memberikan dampak signifikan terhadap laju perusahaan.

Meski demikian, Sambirang mengingatkan bahwa kinerja tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan yang berkualitas. Ia menyoroti penurunan pendapatan perusahaan dari Rp 18,48 miliar pada 2024 menjadi Rp 14,47 miliar pada 2025 atau turun 21,7 persen.

BPR NTB Raup Rp 53 Miliar Laba Bersih di 2025, Sambirang: Kinerja Baik!

“Dominasi sektor beton sebesar Rp12,24 miliar atau sekitar 84 persen, sementara margin laba hanya sekitar 1,9 persen,” katanya.

Selain itu, beban utang yang masih tinggi menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan PT GNE. Dengan sisa utang yang mencapai Rp 21,99 miliar, kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas keuangan dinilai masih rentan.

“Sisa utang sebesar Rp21,99 miliar, dengan angsuran bulanan sekitar Rp328,7 juta atau sekitar Rp3,9 miliar per tahun. Laba bersih hanya Rp278 juta, jauh di bawah beban utang,” tegasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyoroti sejumlah tantangan lain, seperti tingginya ketergantungan pada usaha sektor beton. Sehingga, Sambirang menilai perlunya perluasan usaha yang masih dalam bidang konstruksi bangunan.

“Ketergantungan sektor beton sekitar 84 persen, piutang usaha Rp8,65 miliar dengan collection period sekitar 218 hari, serta beban usaha Rp5,62 miliar atau sekitar 39 persen dari pendapatan,” jelas Sambirang.

Kinerja Bank NTB Syariah 2025, Simpanan Rp14 Triliun Didominasi Dana Pemda

Ke depan, ia berharap direksi baru PT GNE mampu melakukan langkah-langkah strategis seperti peningkatan margin laba, perombakan utang, serta melakukan variasi usaha secara bertahap.

“Target peningkatan margin laba lebih dari 5 persen, restrukturisasi utang Rp 21,9 miliar, serta penurunan collection period menjadi kurang dari 120 hari. Diversifikasi usaha juga perlu dilakukan agar tidak tergantung pada satu sektor, tentu jika kondisi bisnis sudah benar-benar sehat,” katanya.

Lebih jauh, Sambirang menegaskan meskipun PT GNE telah keluar dari fase kerugian, kondisi perusahaan belum sepenuhnya stabil. Diperlukan upaya berkelanjutan agar pertumbuhan yang dicapai tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan kontribusi jangka panjang bagi daerah.

“PT GNE telah keluar dari fase kerugian, namun belum sepenuhnya sehat. Dengan beban utang hampir Rp 22 miliar dan penurunan pendapatan lebih dari 20 persen, tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan yang nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan