Mataram – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Ketua PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir menegaskan telah mengirim surat kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Surat itu dikirim sebagai bentuk kesungguhan PWNU NTB untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 tahun 2026 di NTB.
“Alasannya bahwa kita secara kelembagaan, kita solid mulai dari jajaran mustasar, suriah, tanfidziyah, akhwat, banam, dan lembaga itu siap lahir patin,” ujar Masnun, Rabu (1/4/2026).
Masnun memandang, NTB memiliki histori panjang dalam menyelenggarakan acara NU tingkat nasional. NTB pernah menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) NU pada tahun 2017 silam.
Alasan lain, Masnun mengatakan provinsi NTB memiliki tokoh sepuh NU Al-Mukarrom TGH Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin. Tuan guru Turmuzi kata dia memiliki keinginan kuat agar Muktamar NU dilaksanakan di NTB.
“Ya beliau sangat berkeinginan ya. Beliau juga sudah memerintahkan kami sebagai jajaran tanfidziyah untuk bersurat dan memohon kepada PBNU untuk menjadi tuan rumah,” kata Masnun.
Rektor UIN Mataram itu memastikan, jajaran pengurus PWNU NTB telah membangun komunikasi dengan seluruh dengan Pemerintah Provinsi NTB, dalam hal ini Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk memberikan dukungan agar Muktamar bisa dilaksanakan di Bumi Gora.
“Seluruh jajaran pemerintah daerah sangat mendukungrencana PWNU NTB menjadi tuan rumah. Tentunya juga ormas-ormas yang lain itu sangat mendukung. Karena, menjadi bukan hanya sekedar perhelatan lima tahunan, tetapi punya implikasi dan berdampak jauh ke depan untuk bagaimana NU bisa hadir di NTB,” sebutnya.
Saat ini, seluruh pengurus PWNU NTB juga telah melakukan konsolidasi internal untuk memastikan bagaimana seluruh pengurus siap mensukseskan rencana untuk Muktamar di NTB.
“Kita ini punya pengalaman bagus. Jadi dulu tahun 1997 itu sudah Munas kita di NTB, pada waktu itu jarang transportasi tapi acaranya sukses,” tegas Masnun.
Secara infrastruktur, tutur Masnun, Provinsi NTB sudah memiliki pengalaman dalam melaksanakan nasional hingga event internasional seperti MotoGP. Selain itu, daya tarik NTB juga memiliki destinasi wisata dan transportasi baik laut, darat, dan udara.
“Jadi itu kami sangat optimis, infrastruktur di NTB ini sangat mendukung. Bahkan event sekelas MotoGP pun yang menghadirkan beratusan ribu peserta bisa, apalagi pengutama. Nah jadi itu ada jurisprudensinya, ada pengalamannya, ada sejarahnya. Kita siap,” ucapnya.
Masnun membocorkan, jika Muktamar ke 35 digelar di NTB, akan difokuskan di Ponpes Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah. Kemudian sidang-sidang lainnya, dibuka opso untuk dilaksanakan di Kota Mataram.
“Jadi tuan guru datuk Bagu sudah menyiapkan tanah 1 hektar dengan daya tampungnya itu sekitar 6.000 orang untuk pembukaan. Di sana juga sudah lengkap, ada Universitas Qomarul Huda, ada gelanggang-gelanggangnya. Jadi sangat memungkinkan,” tukasnya.
Masnun mengaku optimistis NTB akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35. Dalam Muktamar nanti, pengurus PWNU NTB mengusung tema Muktamar sambil Berwisata, wisata sambil Muktamar.
“Nanti bisa berwisata spiritual dalam arti lain. Jadi itu tagline kami, jadi itu daya tarik NTB tersendiri dibanding dengan daerah lain di pulau Jawa,” tuturnya.
Masnun pun optimistis beberapa PWNU provinsi lain akan memberikan dukungan agar Muktamar ke 35 NU dapat digelar di NTB. “Kami posisinya sebagai tuan rumah ini kan dianggap netral yang bisa menjembatani petinggi-petinggi BPNU itu kan pernah hadir disini,” ungkapnya.
Bersurat ke Presiden
Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi mengatakan permintaan agar NTB menjadi tuan rumah Muktamar NU ke 35 itu murni perintah dari Datuk Bagu Al-Mukarrom TGH Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin. Surat itu juga telah dikirim ke Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi atas nama pribadi beliau dan Mustassar surat itu dikirim ke PBNU dan kepada Presiden untuk minta dukungan juga,” tegasnya.
Secara infrastruktur dan netralitas, Daud memastikan NTB sangat siap menjadi tuan rumah Muktamar NU ke 35 dibanding Provinsi Jawa Timur,Jawa Tengah dan Jawa Barat.
“Kami mungkin di NTB yang akan paling netral menjadi tua rumah daripada provinsi lain,” tandasnya. (ril)


Komentar