Pemerintahan
Home » Berita » Ratusan ASN Berebut 13 Jabatan Lowong Eselon II Pemprov NTB

Ratusan ASN Berebut 13 Jabatan Lowong Eselon II Pemprov NTB

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno. (dok: ril)

Mataram – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) eselon II lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB). Animo pendaftar ini terbilang cukup tinggi menjelang penutupan pendaftaran.

Hingga Kamis, 19 Februari 2026 pukul 16.00 Wita, tercatat 101 orang telah mendaftar untuk memperebutkan 13 jabatan eselon II yang lowong.

Dari jumlah tersebut, 68 orang di antaranya telah menyelesaikan proses submit berkas. Penutupan pendaftaran dan upload berkas pun diketahui berakhir pada hari ini pula, tepat papa pukul 24.00 Wita.

Berdasarkan rekapitulasi panitia seleksi (Pansel), posisi Wakil Direktur SDM Diklatlit RSUD menjadi jabatan dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 15 orang yang mendaftar dan 12 orang sudah submit.

Disusul Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan 11 pendaftar dan 7 submit, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang masing-masing mencatat 10 pendaftar.

Pemprov Tegaskan Koperasi Tambang Wajib Kantongi SLPA

Sementara itu, beberapa jabatan masih minim peminat. Kepala Dinas PUPR dan KP baru diikuti 2 pendaftar dengan 1 yang telah submit. Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan mencatat 5 pendaftar namun baru 1 yang menyelesaikan submit. Adapun Direktur RSUD tercatat diikuti 4 pendaftar dan seluruhnya telah submit.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno, menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, setiap jabatan minimal harus diikuti empat orang pendaftar. Jika belum terpenuhi syarat minimal tersebut, maka dimungkinkan untuk dilakukan perpanjangan pendaftaran selama tiga hari.

“Kalau belum memenuhi jumlah minimal, maka pendaftaran bisa diperpanjang maksimal dua kali. Setiap perpanjangan berlangsung selama tiga hari,” ujar Yiyit sapaan akrabnya, pada Kamis (19/2/2026).

Kendati demikian, Yiyit menegaskan bila hingga masa perpanjangan pendaftaran tidak ada tambahan peminat, maka proses seleksi tetap dilanjutkan dengan jumlah pendaftar yang ada.

“Bila tak ada lagi yang mendaftar, maka proses berlanjut dengan jumlah pendaftar yang ada,” katanya.

Harga Sejumlah Bapok di NTB Ikut Naik Saat Ramadan

Terkait asal instansi peserta, Yiyit menyebutkan sebagian besar pendaftar dalam seleksi ini berasal dari kalangan internal Pemprov NTB, mulai dari pejabat struktural hingga pejabat fungsional dengan jenjang ahli madya.

Namun hingga mendekati penutupan, belum ada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendaftar untuk berpindah ke jabatan lain.

Diketahui, seleksi terbuka JPT Pratama atau eselon II ini dibuka sejak 5 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 19 Februari 2026.

Setelah tahapan seleksi administrasi, peserta akan mengikuti rangkaian seleksi lanjutan, mulai dari penelusuran rekam jejak, penilaian potensi dan kompetensi manajerial serta sosial kultural, penulisan makalah, hingga presentasi dan wawancara.

Hasil akhir seleksi direncanakan ditetapkan pada 5 Maret 2026, sementara pelantikan pejabat terpilih dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2026.

Gubernur NTB Ajukan Izin Gunakan Dana BOSP untuk Gaji PPPK Paruh Waktu

Yiyit menambahkan, proses seleksi kali ini juga melibatkan assessment center dari pemerintah pusat dan Mahkamah Agung. Karena itu, jadwal pelaksanaan sangat bergantung pada ketersediaan tim penguji.

“Nanti tinggal kemana proses-prosesnya. Di test assessment center itu juga bisa menggali terkait dengan kapasitas, potensi dan kompetensi, serta kemampuan lainnya, seperti apa,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan