Mataram – Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menyisakan pekerjaan besar. Pasalnya, dari total target 1.166 desa dan kelurahan, ratusan gerai belum tersentuh pembangunan karena persoalan lahan.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi NTB bersama Korem 162/Wira Bhakti melakukan koordinasi intensif untuk mempercepat penyelesaiannya.
Fokus utama kali ini adalah persoalan administrasi lahan serta progres pembangunan gerai di seluruh kabupaten/kota di NTB.
Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Moh. Faozal, menegaskan bahwa Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal meminta agar pembangunan gerai KDKMP diselesaikan sesuai target, dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah Provinsi berkomitmen mengawal proses pinjam pakai lahan agar dapat segera direalisasikan sepanjang didukung kelengkapan administrasi dari pemerintah kabupaten dan kota,” ujar Faozal di Ruang Rapat Tambora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (30/1/2026) kemarin.
Di samping itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan Ahmad, menyebut koordinasi dengan TNI menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun tindak lanjut yang bisa dipantau secara berkala.
“Program KDKMP membutuhkan sinergi kuat antar pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan agar dapat berjalan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa,” katanya.
Sementara itu, Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjamsul Arief menyatakan TNI bakal mendukung penuh percepatan pembangunan gerai KDKMP sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional, termasuk progresnya di NTB.
Ia memaparkan, dari total 1.166 target desa dan kelurahan di NTB, sebanyak 489 titik telah terdata di Portal Agrinas. Dari jumlah tersebut, 310 titik sedang dalam tahap pembangunan, sementara 179 titik masih belum dibangun.
“Capaian ini menunjukkan progres yang cukup baik dan diharapkan terus meningkat melalui koordinasi intensif lintas sektor,” tandasnya. (ril)


Komentar