Lombok Timur – Ratusan jemaah Muhammadiyah di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026.
Pelaksanaan ini berlangsung lebih awal dibandingkan mayoritas umat Islam yang mengikuti keputusan pemerintah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Salat Id digelar di kompleks Perguruan Muhammadiyah Masbagik dengan jumlah jemaah sekitar 300 orang. Ibadah dimulai pukul 06.50 WITA dan berlangsung hingga sekitar pukul 07.30 WITA. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Ustaz Jundi, S.Pd.I.
Salah seorang warga Muhammadiyah setempat, Syarif Hidayatullah, menyampaikan bahwa pelaksanaan salat berlangsung khidmat dan sederhana, tanpa perbedaan mencolok dalam suasana perayaan.
“Kurang lebih sekitar 300 jemaah yang hadir. Salat dimulai jam 06.50 sampai setengah delapan. Setelah selesai, biasanya kami saling bersalaman lalu langsung pulang. Tidak ada hal khusus, semuanya berjalan seperti biasa,” ujarnya kepada WartaOne, Jumat (20/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri disikapi dengan penuh toleransi di tengah masyarakat.
“Tidak terlalu banyak komentar, karena di sini kami saling menghargai saja. Perbedaan ini sudah biasa dan yang terpenting tetap menjaga kebersamaan,” katanya.
Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat telah menetapkan sebanyak 33 titik lokasi pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar pada Jumat, 20 Maret 2026.
Lokasi tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di NTB, mulai dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa.
Ketua PWM NTB, Falahuddin, menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis pelaksanaan salat telah rampung. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah guna memastikan kelancaran ibadah dan kegiatan lainnya.
“Kami mengimbau warga Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk hadir dengan tertib serta menjaga kebersihan lokasi salat,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, (19/3/2026).
Ia berharap momentum Idulfitri dapat menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman yang ada di Nusa Tenggara Barat.
“Idulfitri adalah hari kemenangan. Mari kita rayakan dengan kesederhanaan namun tetap penuh khidmat dan makna,” tandasnya. (ril)


Komentar