Lombok Barat – Kondisi Terminal Segenter di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memprihatinkan. Fasilitas yang semestinya menjadi sarana penunjang mobilitas logistik dan transportasi antar-pulau itu kini terbengkalai tanpa perawatan memadai.
Pantauan di lokasi, hampir seluruh area terminal tergenang air akibat hujan, menjadikan lahan parkir berlumpur dan tidak rata. Akses keluar-masuk kendaraan pun menjadi sulit, terutama bagi truk besar yang biasa parkir di area tersebut.
Selain becek dan berlubang, terminal tampak tidak terurus. Rumput liar tumbuh tinggi di sekitar area parkir, sementara sejumlah peternak setempat bahkan menggiring sapi mereka masuk untuk merumput di area terminal yang seharusnya steril dari aktivitas lain.
Kondisi tersebut menuai keluhan dari para sopir yang rutin menggunakan fasilitas terminal. Hendrikus, sopir truk asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), menilai fasilitas di Terminal Segenter jauh dari kata layak.
“Kondisinya sangat memprihatinkan, mungkin ini yang paling buruk dari yang kami singgahi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (12/11/2025).
Ia mengaku khawatir kondisi tanah yang becek dan tidak rata dapat merusak kendaraan, sehingga memilih memarkirkan truknya di tepi jalan dekat pintu masuk.
“Enggak berani masuk ke dalam, takut mobil susah keluar atau malah terjebak lumpur,” tuturnya.
Selain lahan parkir, fasilitas dasar seperti kamar mandi juga disebut sangat minim. Menurut Hendrikus, hanya tersedia satu unit kamar mandi untuk seluruh sopir dan pengguna terminal.
“Kamar mandinya cuma satu, itu pun kondisinya seadanya,” keluhnya.
Hendrikus berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat segera melakukan perbaikan infrastruktur dan menambah fasilitas dasar di Terminal Segenter.
Ia juga mengusulkan agar disediakan tempat istirahat layak bagi sopir yang kerap menunggu jadwal pemberangkatan selama berhari-hari.
“Kami sering menginap sampai seminggu di sini. Karena tidak ada tempat tidur, biasanya kami tidur di gazebo atau berugak, bahkan kadang kehujanan,” ungkapnya. (buk)


Komentar