Mataram – Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan Sultan Bima XIV, Almarhum Muhammad Salahuddin, sebagai Pahlawan Nasional. Gelar kehormatan ini akan dianugerahkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan di Istana Negara pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Kabar bahagia ini disampaikan oleh Kepala Museum Samparaja Bima, sekaligus cucu Sultan Muhammad Salahuddin, Dewi Ratna Muchlisa. Ia mengaku telah menerima konfirmasi langsung dari Sekretariat Militer Presiden (Sesmilpres) terkait keputusan tersebut.
“Saya mendapat telepon dari Sesmilpres yang menyampaikan pesan dari (Menteri Kebudayaan) Fadli Zon bahwa Sultan Muhammad Salahuddin lolos menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya dikutip dari Antaranews pada Sabtu, (8/11/2025).
Penetapan ini menjadi puncak dari perjuangan panjang masyarakat Bima dan Pemerintah Kabupaten Bima yang telah mengajukan usulan gelar pahlawan nasional bagi Sultan Muhammad Salahuddin sejak beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Tajuddin, membenarkan bahwa usulan tersebut telah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. “Kami juga telah mendapat informasi bahwa usulan tersebut telah mendapat persetujuan di tingkat pusat,” katanya.
Meski demikian, pihak Dinsos Bima masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebelum pelaksanaan upacara penganugerahan di Jakarta.
Diketahui Sultan Muhammad Salahuddin memerintah Kesultanan Bima antara tahun 1915 hingga 1951. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang visioner, berwawasan kebangsaan, dan memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan serta perjuangan kemerdekaan.
Dalam masa kepemimpinannya, Sultan Salahuddin berperan besar mempertahankan kedaulatan rakyat Bima di tengah tekanan kolonial, sekaligus mendorong kemajuan sosial dan pendidikan di wilayahnya.
Usulan penetapan Sultan Salahuddin sebagai Pahlawan Nasional diajukan bersama sejumlah tokoh nasional lain seperti Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan aktivis buruh perempuan Marsinah.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bima menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas penetapan tersebut. Wali Kota Bima, H. A. Rahman, menyebut penghargaan negara ini sebagai bentuk pengakuan atas jasa besar Sultan Muhammad Salahuddin bagi bangsa Indonesia.
“Sultan Muhammad Salahuddin adalah sosok pemimpin yang bijaksana, pejuang kemerdekaan, dan teladan bagi generasi bangsa. Nilai perjuangan dan kepemimpinan beliau akan terus menjadi inspirasi bagi kita semua dalam membangun daerah dan bangsa,” ujar Rahman dalam keterangan resminya, Sabtu (8/11/2025).
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, menambahkan bahwa perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi juga memiliki makna nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Pemerintah Kota Bima akan terus menggaungkan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan beliau melalui berbagai kegiatan kebudayaan, pendidikan, dan pembangunan karakter masyarakat,” ungkapnya.
Dengan mengusung tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan,” Pemerintah Kota Bima mengajak seluruh masyarakat menjadikan penetapan ini sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
Penobatan Sultan Muhammad Salahuddin sebagai Pahlawan Nasional tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bima, tetapi juga seluruh warga Nusa Tenggara Barat, yang kini menambah satu lagi putra terbaiknya di antara deretan tokoh besar bangsa. (ril)


Komentar