Mataram – Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil meraih medali perdana di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII Jakarta 2025. Prestasi itu disumbangkan oleh atlet taekwondo putri NTB, Elsa Aziza Turrahmi, yang turun di kelas over 68 kilogram dan berhasil meraih medali perak.
Pertandingan final yang digelar di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, mempertemukan Elsa dengan atlet asal Jawa Barat, Diyah Maulida Puteri Aliandi. Laga berlangsung ketat, namun Elsa harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor akhir 0–2.
Meski belum berhasil membawa pulang emas, hasil tersebut menjadi capaian bersejarah bagi kontingen NTB karena menjadi medali pertama dari cabang olahraga taekwondo di Popnas XVII.
“Alhamdulillah, ini adalah medali perdana dari taekwondo NTB. Capaian yang sangat membanggakan,” ujar Pelatih Taekwondo NTB, Irwan Wahyudi, Rabu (5/11/2025).
Elsa Aziza Turrahmi diketahui merupakan siswi SMP Negeri 13 Mataram, asal Kadek, Kabupaten Lombok Tengah. Ia tampil gemilang sepanjang babak penyisihan hingga semifinal sebelum akhirnya menembus partai final dan mengamankan posisi kedua.
Setelah Elsa, tiga atlet NTB lainnya turut mempersembahkan medali perunggu dari kategori berbeda, yakni, Ihsan Daffa Maulana Putra Jayadi di kelas under 73 kilogram (68,01–73,00 kg putra), Annora Callysta Cira di kelas under 68 kilogram (63,01–68,00 kg putri), dan Zaskia Septiana di kelas under 59 kilogram (55,01–59,00 kg putri)
Dengan total empat medali yang diraih, cabor taekwondo menjadi penyumbang medali terbanyak sementara bagi kontingen NTB di Popnas XVII.
Saat ini, NTB baru meraih lima medali, diantaranya empat medali dari cabor taekwondo, dan satu medali dari cabor atletik, yakni pada kategori 800 M-Putra, Muhardin Saputra yang berhasil meraih medali perunggu.
Dilansir dari situs resmi Kemenpora, Popnas XVII tahun ini diikuti atlet pelajar dari 38 provinsi dengan 23 cabang olahraga, sedangkan Peparpenas XI mempertandingkan empat cabang olahraga yakni para tenis meja, para bulu tangkis, para atletik, dan para renang, yang akan berlangsung selama 10 hari terhitung sejak tanggal 1-10 November 2025.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat mengatakan, bahwa ajang POPNAS dan Peparpenas ini adalah ajang pembinaan untuk menghasilkan talenta dan atlet-atlet muda untuk tim nasional.
“Acara ini bukan sekadar ajang kompetisi. Keduanya adalah wadah pembinaan atlet muda nasional, tempat ditempanya para juara masa depan bangsa. Dari ajang inilah akan lahir para penerus, para juara, dan para Olimpian Indonesia di masa mendatang,” ujar Taufik. (buk)


Komentar