Hukum & Kriminal
Home » Berita » Takbiran di Mataram Hanya Tingkat Kecamatan, Antisipasi Nyepi dan Lebaran Bersamaan

Takbiran di Mataram Hanya Tingkat Kecamatan, Antisipasi Nyepi dan Lebaran Bersamaan

Kapolresta Mataram, Hendro Purwoko, saat ditemui di ruangnya pada hari Jumat, (13/3/2026). (Dok:wartaone/zal)

Mataram — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan sejumlah langkah pengamanan menyusul berdekatan nya perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah membatasi pelaksanaan pawai takbiran agar hanya dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Kapolresta Mataram, Hendro Purwoko, mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi antara kepolisian dan pemerintah kota guna menjaga situasi tetap kondusif saat dua hari besar keagamaan itu berlangsung berdekatan.

“Sudah disampaikan oleh Pemkot Mataram, apabila tanggalnya bersamaan maka pawai takbiran hanya dilaksanakan di tingkat kecamatan,” kata Hendro, Jumat (13/3/2026).

Selain dibatasi per kecamatan, peserta pawai juga tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda tiga. Rute pawai pun diarahkan agar tidak melintasi kawasan yang menjadi lokasi pelaksanaan ibadah umat Hindu saat Nyepi.

Aliansi Rakyat Menggugat Desak Kejati Usut 15 Anggota DPRD Diduga Terima Gratifikasi

Setiap kelurahan nantinya hanya diperbolehkan mengirimkan dua hingga tiga kelompok peserta pawai takbiran.

Untuk memastikan pengamanan berjalan maksimal, petugas gabungan akan ditempatkan di sejumlah titik persimpangan jalan.

“Di setiap perempatan akan ditempatkan petugas dari pecalang, kepolisian, TNI, serta instansi terkait agar tidak ada peserta pawai yang melintas di lokasi umat Hindu melaksanakan ibadah Nyepi,” ujarnya.

Selain itu, waktu pelaksanaan pawai takbiran juga dibatasi hingga pukul 22.00 WITA.

“Waktunya dibatasi, tidak boleh lebih dari jam 10 malam,” jelas Hendro.

Kenaikan Tarif Bus Jelang Lebaran, Pemprov NTB Sebut Bukan Kebijakan Daerah

Khusus untuk wilayah Cakranegara, kepolisian masih menunggu keputusan dari pemerintah kota terkait lokasi pelaksanaan pawai takbiran.

Menurut Hendro, pada tahun sebelumnya pawai dilepas dari kawasan Cakra Barat. Namun untuk tahun ini lokasi tersebut direncanakan akan dipindahkan.

“Tahun lalu dilepas di Cakra Barat. Untuk tahun ini kemungkinan dipindah, tapi lokasi pastinya masih menunggu keputusan pemerintah kota,” katanya.

Sementara itu, untuk pawai Ogoh-Ogoh yang menjadi rangkaian perayaan Nyepi dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026 dan harus sudah selesai paling lambat pukul 18.00 WITA.

“Kami sudah sampaikan kepada pemerintah kota dan panitia bahwa pukul enam sore kegiatan harus sudah selesai, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah masing-masing dengan baik,” ujarnya.

Kapolda NTB Persilakan Warga Titip Kendaraan di Kantor Polisi Saat Mudik

Hendro juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan dua hari besar tersebut, dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati.

Menurutnya, keberagaman masyarakat di Kota Mataram menjadi kekuatan dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.

“Kami berharap masyarakat saling menjaga dan saling menghormati agar situasi kamtibmas tetap kondusif,” pungkasnya.(Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan