Peristiwa
Home » Berita » Terungkap Kompol Yogi Minta Edit Rekaman CCTV Usai Brigadir Nurhadi Tewas

Terungkap Kompol Yogi Minta Edit Rekaman CCTV Usai Brigadir Nurhadi Tewas

The Beach House Hotel, Wija Made Dewa (kanan, mengenakan baju biru), memberikan kesaksian di depan majelis hakim, di ruang sidang pengadilan negeri mataram. (Dok:WartaSatu/zal)

Mataram – Terdakwa I Made Yogi Purusa Utama meminta manajemen hotel mengedit rekaman CCTV untuk menghilangkan jejak seorang perempuan yang masuk kamar bersamanya. Hal itu diungkapkan General Manager The Beach House Hotel, Wija Made Dewa, usai bersaksi pada sidang lanjutan kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Senin (15/12/2025).

Dewa mengungkap bahwa Yogi dan empat orang lainnya, termasuk korban Nurhadi, tiba di hotel sekitar pukul 16.00 Wita. Saat itu sudah berada di mess ketika dikabari ada tamu pingsan di salah satu villa.

“Saya diberitahu setelah saya di gedor,” kata Dewa di hadapan majelis hakim.

Ia langsung instruksikan tim housekeeping menghubungi dokter dari Klinik Warna Medica, mitra hotel. Kabar meninggalnya Nurhadi diterima Dewa sekitar pukul 21.46 WITA melalui print out screening pernapasan dari klinik.

“Saya tahu dari dokter klinik itu jam 9:46 Wita (malam), karena waktu itu saya memperlihatkan print out screening pernapasan korban,” ungkapnya.

Polda NTB Amankan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota

Dewa menegaskan, kamar TKP tidak dibersihkan sebelum olah TKP Polres Lombok Utara selesai. Baru setelah itu dilakukan pembersihan dan ritual sesuai kepercayaan Hindu, dengan izin polisi terlebih dulu.

“Namun sebelum itu kami meminta izin ke polisi Lombok Utara dan diizinkan,” katanya.

Yang bikin heboh, beberapa hari setelah kejadian, Yogi menghubungi manajemen hotel minta edit CCTV supaya rekaman Misri perempuan yang kini juga jadi tersangka tidak terlihat saat check-in dan masuk kamar bersama Yogi.

“Ada Pak Yogi (menghubungi), minta diedit CCTV karena ada cewek waktu check in,” kata Dewa.

Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh manajemen. Rekaman CCTV kini jadi salah satu barang bukti kunci kasus. Mendengar kesaksian itu di persidangan, Yogi tidak membantah sama sekali.

Pemprov NTB Proses Surat Pengajuan Pensiun Dini Pejabat Kena Demosi

Karyawan hotel Rahman mendapat kabar Nurhadi pingsan dari terdakwa Aris Chandra Widianto. Mereka langsung berlari ke villa, diikuti Goval.

“Pak Rahman dicari oleh Pak Haris, saya ikut ke dalam sampai depan pintu kolam, cuma saya lihat orang pingsan,” kata Goval.

Tak lama, Manajer Fernando, satpam Sudiartawan alias Awan, dan Ardana datang. Mereka sempat beri pertolongan RJP sebelum Nurhadi dievakuasi ke klinik. (Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan