Religi
Home » Berita » Umat Muslim di Mataram Menanti Berbuka Puasa dengan Nonton Ogoh-ogoh

Umat Muslim di Mataram Menanti Berbuka Puasa dengan Nonton Ogoh-ogoh

Di tengah teriknya matahari dan sambil berpuasa, umat Muslim di Mataram ikut antusias menonton pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 pada Rabu siang, 18 Maret 2026. (dok: ril)

Mataram – Ribuan warga memadati ruas Jalan Pejanggik, Cakranegara, Kota Mataram untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 pada Rabu siang, 18 Maret 2026.

Meski berlangsung di tengah bulan Ramadan, antusiasme masyarakat atau penonton tetap tinggi, termasuk dari umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa. Mereka menanti berbuka puasa dengan menonton pawai.

Ada 105 ogoh-ogoh berpartisipasi dalam parade tersebut dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 18.00 Wita.

Beragam ogoh-ogoh dengan bentuk unik dan penuh kreativitas menghiasi sepanjang rute pawai tersebut. Ribuan penonton membludak, namun suasana tetap berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Di tengah keramaian itu, sejumlah warga Muslim mengaku tetap menikmati pawai meski sedang berpuasa. Winda, salah seorang penonton, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi hiburan sekaligus bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang tengah bersiap merayakan Nyepi.

Toleransi di NTB Kian Nyata, Pawai Ogoh-ogoh di Bulan Ramadan Berjalan Lancar

“Walaupun sedang puasa tapi senang kita nonton. Ini sebagai hiburan lah buat kita. Sisi lain juga merupakan ibadahnya umat Hindu,” ujarnya kepada WartaOne, Rabu (18/3/2026).

Ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman yang ada di Kota Mataram.

“Kita harus saling menghargai sesama, walaupun kita beda agama. Berdampingan, ada yang mau Idul Fitri, ada yang mau Nyepi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Alif, warga Muslim lainnya yang turut menyaksikan pawai. Ia menyebut ogoh-ogoh sudah menjadi tontonan yang dinantikan setiap tahun.

“Ogoh-ogoh itu sudah jadi tontonan kita dari dulu. Jadi walaupun panas begini tetap nonton,” katanya.

Toleransi Beragama, Penyeberangan Lembar-Padangbai Ditutup Sementara

Menurutnya, sebagai kelompok mayoritas di Mataram, umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di Mataram itu kan banyak agama di sini, beragam. Tapi yang paling banyak kan Islam. Jadi harus jadi contoh untuk ketertiban lah sebagai mayoritas di sini,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan