Mataram – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025-2030 resmi dilantik. Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, yang berlangsung di Mataram, pada Jumat (19/12/2025).
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliludin mengatakan pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan profesionalisme wartawan di NTB. Ia menegaskan PWI NTB berkomitmen memegang teguh kode etik jurnalistik serta meningkatkan kualitas dan kesejahteraan profesi wartawan.
”Seluruh insan pers harus profesional dan berkualitas. Sehingga pers di NTB selalu meneguhkan kode etik jurnalistik. Tugas kita kedepan adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan melakukan advokasi. Sehingga kualitas wartawan semakin baik,” ujarnya saat memberi sambutan.
Menurutnya, pers sebagai pilar demokrasi harus bersinergi dengan pemerintah tanpa kehilangan sikap kritis. PWI NTB, kata dia, akan terus mendorong karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi publik.
”Sebagai pilar demokrasi tidak bisa berkembang jika tidak bersinergi. Posisi kita harus lebih kritis dengan menyajikan karya jurnalistik yang lebih akurat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ikliludin juga menyampaikan kesiapan NTB untuk kembali menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) pada tahun 2027 mendatang. NTB disebut telah memiliki pengalaman sukses saat menjadi tuan rumah HPN 2016.
”NTB siap mengajukan diri sebagai tuan rumah HPN 2027. Pengalaman HPN 2016 menjadi modal penting,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir dalam sambutannya menegaskan, PWI saat ini tengah kembali bergairah setelah melewati masa konflik dan stagnasi. Ia menilai Kongres Persatuan menjadi titik balik soliditas organisasi.
”PWI sekarang saya melihat gairahnya semakin tinggi. Kami sempat konflik, sempat stagnan, di mana-mana lesu. Alhamdulillah ketika kami menyadari untuk bersatu kembali, Kongres Persatuan mempersatukan kita semua,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ia juga mengingatkan wartawan PWI untuk tetap taat pada kode etik jurnalistik, terutama di tengah era disrupsi media dan kemajuan teknologi.
”Karya jurnalistik memiliki sebuah nilai kemanfaatan kepada publik dengan informasi akurat dan berkualitas. informasi yang diberikan harus bisa mencerahkan dan mendidik masyarakat,” tukasnya.
Munir kemudian menjawab adanya pengajuan dari NTB untuk menjadi tuan rumah HPN 2027. Namun, ia menyebut banyak daerah lain juga menginginkan hal serupa.
”HPN 2027 banyak daerah yang minta. Kami harus berembuk ini, banyak yang minta,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri yang hadir dalam momentum pelantikan itu, mengapresiasi peran PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia. Ia menilai kritik dan catatan dari wartawan PWI NTB selama ini menjadi cermin bagi pemerintah daerah.
”Peran PWI NTB sangat penting. Kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan, tetapi mengingatkan dan membantu pemerintah menuntaskan berbagai persoalan,” kata Dinda sapaan akrabnya.
Dinda menyatakan Pemprov NTB siap memberikan dukungan jika kembali dipercaya menjadi tuan rumah HPN. Menurutnya, HPN akan menjadi momentum strategis untuk memperkuat citra dan kemajuan daerah.
”HPN itu akan menjadi momentum penting untuk menunjukkan citra daerah kita. 10 tahun yang lalu juga NTB sukses menjadi tuan rumah. Tentunya hari ini selalu siap kembali jadi tuan rumah HPN,” pungkasnya. (ril)


Komentar