Pendidikan
Home » Berita » Wamen Diktisaintek Sebut Prof. Sukardi Sosok Humble

Wamen Diktisaintek Sebut Prof. Sukardi Sosok Humble

Mataram – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof. Fauzan, menilai Rektor Universitas Mataram (Unram) terpilih periode 2026-2030, Prof. Sukardi, sebagai sosok yang humble atau rendah hati usai menghadiri secara langsung proses pemilihan rektor (Pilrek) Unram, sebagai perwakilan kementerian.

“Saya melihatnya dari fenomena yang sekarang terjadi, mulai proses awal ya. Kalau dari sisi orangnya, saya lihat ya dia humble, kayak saya,” ujar Prof. Fauzan kepada Wartawan di Gedung Rektorat, Kamis (8/1/2026).

Menurut Prof. Fauzan, Pilrek merupakan bagian dari ritual organisasi perguruan tinggi yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Dengan terpilihnya rektor Unram yang baru, ia berpesan agar harus siap menanggung beban besar untuk memajukan institusi.

“Tentu pilrek ini kan satu ritual organisasi. Siapa pun yang terpilih itu konsekuensi logisnya adalah dia harus berani menanggung beban. Utamanya adalah bekerja untuk kemajuan,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap Unram yang dinilainya telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan proses pemilihan rektor sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak Miliki Sertifikat Budidaya, KKP Segel Tambak Udang Milik Warga Asing di Lombok Timur

“Unram ini salah satu perguruan tinggi yang memiliki komitmen, dan itu dibuktikan dengan ketaatan azas mengikuti ketentuan-ketentuan yang sudah ada, mulai dari awal proses sampai dengan akhir pilrek. Secara administratif, secara sosiologis, aman-aman saja,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Prof. Fauzan berharap dengan kepemimpinan Prof. Sukardi kedepan, Unram dapat terus meningkatkan kualitas dan kinerjanya tanpa mengalami gangguan dalam transisi kepemimpinan.

“Kalau Unram sekarang ini sudah bagus, dengan adanya regenerasi rektor dan pimpinan, tentu harapan ke depannya harus lebih bagus. Jangan sampai terjadi distrupsi,” katanya.

Terkait keberadaan tiga kandidat dalam Pilrek Unram, Prof. Fauzan meminta untuk bersatu kembali pasca pemilihan, terutama kepada seluruh civitas akademika. Hal tersebut dinilainya akan menjadi semangat persatuan dalam membangun kemajuan universitas.

“Saya tidak pernah mengarahkan, tetapi saya minta jangan berbicara aku, tetapi berbicara kita,” tandasnya.

Dirut SEG Sakit, Batal Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP

Di tempat yang sama, menjawab arahan dari Wamen Diktisaintek, Prof. Sukardi menegaskan komitmennya untuk membangun Unram secara inklusif dan kolaboratif. Ia menilai kontestasi pemilihan rektor merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diakhiri dengan persatuan.

“Ini kontestasi bagian dari demokrasi, setelah ini selesai bersatu kembali,” ujarnya saat ditemui usai pemilihan rektor.

Prof. Sukardi mengatakan, ke depannya ia akan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan seluruh civitas akademika, termasuk para kandidat yang sebelumnya menjadi pesaing dalam pemilihan.

“Mungkin kita akan membuka ruang kolaborasi dengan teman-teman semuanya. Karena kalau tidak begitu kita tidak bisa bangun Unram,” tegasnya.

Namun demikian, Prof. Sukardi menekankan bahwa kolaborasi tersebut harus dilandasi oleh kesamaan visi-misi dan komitmen untuk memajukan Unram secara profesional.

Tuding SK Muzihir Belum Sah, Akri : Tak Ada Tanda Tangan Sekjen DPP PPP

“Tentu syaratnya adalah punya tujuan yang sama, profesional, punya integritas yang kuat, kemudian punya komitmen yang sama untuk membangun Unram bersama-sama,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan