Religi
Home » Berita » Warga Kekait Buat Program Kampung Ramadan, Isi Bulan Puasa dengan Kegiatan Positif

Warga Kekait Buat Program Kampung Ramadan, Isi Bulan Puasa dengan Kegiatan Positif

Ribuan warga Desa Kekait yang mengikuti Pawai Ta'aruf sebagai tanda dimulainya program Kampung Ramadan Batch 5.

Mataram – Warga Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, bersiap menyambut bulan suci Ramadan dengan membuat program Kampung Ramadan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti ribuan peserta dari berbagai instansi pendidikan di Desa Kekait.

Pawai berlangsung meriah dan menjadi penanda dimulainya Kampung Ramadan Batch 5. Selain menyambut datangnya bulan puasa, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa berbagai agenda keagamaan akan digelar selama Ramadan.

Sepanjang rute pawai, warga tampak antusias menyaksikan peserta yang mengenakan beragam atribut Islami. Suasana kebersamaan dan semangat religius terasa kuat, menandai kesiapan masyarakat Kekait mengisi Ramadan dengan kegiatan positif.

Ketua Panitia Kampung Ramadan, M. Ziad Mustafid, mengatakan selama satu bulan ke depan masyarakat akan mengisi Ramadan dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan menyentuh kebutuhan warga.

“Dalam satu bulan ke depan kita akan mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang produktif dan berpihak kepada masyarakat,” ujarnya saat pelepasan peserta pawai ta’aruf pada Minggu sore, (15/2/2026).

Lale Syifa Sosialisasi Moderasi Beragama, Program Empat Pilar DPR RI di Pondok Pesantren

“Saya berharap program ini berjalan maksimal dengan prinsip kebersamaan dan benar-benar menyentuh masyarakat, karena Ramadan untuk kita semua,” sambungnya.

Ia menegaskan, Kampung Ramadan dirancang bukan sekadar agenda seremonial, tetapi ruang bersama bagi warga untuk memperkuat nilai keagamaan dan nilai sosial.

Pemerintah Desa Kekait melalui Sekretaris Desa secara resmi membuka kegiatan pawai ta’aruf tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi warga dan panitia yang telah menjalankan Kampung Ramadan selama lima tahun terakhir.

Dengan digelarnya Kampung Ramadan, warga Desa Kekait berharap suasana bulan puasa dapat diisi dengan kegiatan keagamaan yang menumbuhkan kebersamaan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kita sudah melihat bukti kegiatan ini selama lima tahun berjalan. Program ini memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan jamaah masjid secara luas,” tandasnya. (ril)

NU dan Ekoteologi Petani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan