Mataram – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. menanggapi tudingan bahwa ia memberikan izin perubahan tata ruang seluas 1,6 juta hektare ketika menjabat sebagai Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dia menegaskan bahwa proses tersebut bukan merupakan pemberian izin pembukaan hutan, melainkan penataan ulang batas wilayah untuk memberi kepastian hukum terhadap permukiman dan wilayah adat yang telah lama ada.
“Itu bukan izin, namanya tata ruang. Perubahan tata ruang. Indonesia ini dulu hak wilayah kerajaan. Tanah-tanah itu termasuk hutan punya kerajaan, begitu merdeka itu menjadi hak negara,” ujarnya saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Mataram, Sabtu (6/12/2025).
Selain itu, dia menanggapi isu lama terkait kerusakan Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau yang sempat mencuat dalam film dokumenter Years of Living Dangerously yang menampilkan dirinya dimarahi oleh aktor Hollywood Harrison Ford, lantaran diduga tidak melakukan penegakan hukum untuk menghentikan perambahan hutan.
Isu tersebut pun ikut diseret dalam bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh,Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang membuat Zulhas viral dan dihujat netizen di media sosial.
Kendati begitu, Zulhas menilai hal tersebut keliru karena wilayah yang kini terdampak banjir bukanlah kawasan yang berada di bawah pengelolaan Tesso Nilo. Ia juga mengatakan bahwa banjir di Aceh-Sumatera tidak memiliki keterkaitan dengan kebijakan yang pernah ia keluarkan saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014.
“Saya jelaskan sedikit mengenai banjir Sumatera. Yang bencana itu Aceh, nomor dua Sumatera Utara, nomor tiga Sumatera Barat. Yang dimasalahkan Tesso Nilo, Tesso Nilo itu ada di Riau namanya taman nasional,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Pemuda Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Mataram.
Zulhas menambahkan bahwa daerah-daerah yang terdampak banjir berada jauh dari kawasan Tesso Nilo. Ia menilai klaim yang mengaitkan kejadian tersebut dengan dirinya sebagai sebuah kekeliruan narasi. “Tesso Nilo dia nggak banjir. Yang banjir itu Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Malaysia, Thailand,” katanya.
Ia menanggapi tudingan tersebut dengan nada satir. Menurutnya, tudingan yang menyebut dirinya sebagai penyebab banjir terlalu dilebih-lebihkan. “Yang salah Zulkifli Hasan. Ya saya bilang nggak apa-apa, saya tersanjung juga. Sebegitu berkuasa kah saya,” cetusnya.
Lebih jauh, Zulhas menjelaskan bahwa Tesso Nilo adalah kawasan taman nasional yang tidak mungkin diberikan izin pembukaan lahan oleh menteri mana pun. Ia menyebut narasi yang menyatakan dirinya memberi izin sebagai tuduhan tidak berdasar.
“Tesso Nilo itu taman nasional, tidak ada kementerian yang berani beri izin. Nggak mungkin, apalagi saya. Kalau saya kasih izin Tesso Nilo, pasti masuk penjara, pasti, karena pidana,”tegasnya.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menegaskan bahwa tidak ada satu pun izin pembukaan hutan baru yang dikeluarkan pemerintah di wilayah Aceh, Sumatera Barat, maupun Sumatera Utara dalam periode tersebut. Ia menjelaskan bahwa wilayah itu sudah memiliki kawasan perkebunan sejak masa kolonial Belanda.
Mengulas kembali kontroversi wawancara dengan Harrison Ford, ia mengatakan proses pengambilan gambar saat itu berlangsung tanpa transparansi. Zulhas mengklaim bahwa adegan yang membuat dirinya tampak sedang dimarahi Ford merupakan hasil pengambilan gambar yang sudah disetting sebelumnya.
“Waktu itu dia masuk ke ruangan saya, dia izin ke saya. Sebetulnya saya ajak diskusi di depan media, kita diskusi terbuka dia nggak mau. Rupanya setelah dia masuk ruangan saya sudah disetting, belakang ada kamera, sekedar tukang foto aja nggak boleh masuk. Ada saksinya itu,” ungkapnya. (ril)


Komentar