Mataram – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Mori Hanafi memperkirakan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 akan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp100 miliar selama ajang olahraga empat tahunan itu berlangsung.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor besarnya perputaran uang yang akan tercipta selama pelaksanaan Porprov.
Ia memperkirakan jumlah penonton yang hadir di seluruh pertandingan akan melampaui 150 ribu orang.
“Kami yakini Porprov kali ini bisa meraih penonton lebih dari 150.000 orang. Dampak ekonomi yang akan timbul pasti lebih, perputaran ekonominya lebih dari Rp100 miliar,” ujarnya saat pembukaan Porprov XII NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Kamis sore (16/7/2026).
Selain memberikan dampak ekonomi, Mori mengatakan Porprov XII juga menjadi bagian dari strategi NTB dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan dukungan DKI Jakarta.
Menurutnya, hasil Porprov akan menjadi bahan evaluasi cabang olahraga yang akan diprioritaskan pada PON 2028. Tidak semua cabang olahraga secara otomatis akan diikutsertakan lantaran KONI akan melakukan seleksi berdasarkan hasil pembinaan, kualitas atlet, pelatih, dan organisasi cabang olahraga.
“Hasil Porprov ini akan kami lakukan seleksi untuk persiapan PON 2028. Kalau memang bagus atletnya, pelatihnya, dan organisasinya, maka akan kita ikutkan. Apabila tidak, maka kami dengan tegas akan membatasi,” jelasnya.
Mori menambahkan, ajang ini juga menjadi momentum menjaring atlet terbaik NTB. Atlet peraih prestasi di Porprov, termasuk atlet-atlet senior, akan diproyeksikan mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda) jangka panjang sebagai persiapan menghadapi PON 2028.
“Juara satu, dua, tiga, dan atlet-atlet senior dari hasil Porprov ini akan kami lakukan pelatda jangka panjang untuk menghadapi PON 2028,” tegasnya.
Ia menegaskan, seluruh pelaksanaan Porprov XII memang didesain sebagai langkah awal mencapai target besar NTB pada PON 2028. Pemerintah Provinsi kata Mori menargetkan mampu menembus lima besar nasional dengan raihan 60 medali emas.
Anggota DPR RI itu memaparkan, Porprov XII NTB berlangsung pada 16-26 Juli 2026, meski sejumlah cabang olahraga telah memulai pertandingan sejak 12 Juli.
Sebanyak 51 cabang olahraga dan tiga cabang eksibisi dipertandingkan dengan melibatkan 4.860 atlet, 1.088 ofisial, serta 590 wasit, hakim, dan dewan juri. Total terdapat 758 nomor pertandingan yang digelar di enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram.
“Porprov kali ini diikuti 51 cabang olahraga dan tiga cabang eksibisi dengan jumlah atlet sebanyak 4.860 orang. Ini menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi atlet menuju PON 2028,” tuturnya.
Ketua DPW Nasdem NTB itu menambahkan, penyelenggaraan Porprov XII NTB menggunakan anggaran lebih dari Rp14 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi NTB dan sejumlah sponsor. Di antaranya PT Amman Mineral Indonesia sebesar Rp1 miliar, Bank NTB Syariah Rp500 juta, serta dukungan transportasi dari PT Damri, PT ASDP, PT Angkasa Pura dan sejumlah perusahaan lainnya.
“Adapun anggaran pelaksanaan Porprov ini adalah 14 miliar lebih, yang kami dapatkan dari APBD NTB, dan tentunya dari beberapa sponsor,” tandas Mori. (ril)


Komentar