Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal meminta industri perhotelan dan restoran memanfaatkan gelaran MotoGP Mandalika untuk menyerap hasil perikanan lokal.
Tujuannya, agar transaksi ekonomi semakin banyak berputar di NTB dan membuka pasar bagi nelayan serta pelaku usaha perikanan di daerah.
“Jangan sampai tamunya datang ke NTB, menginap di NTB, tetapi produk yang disajikan justru didatangkan dari luar,” ujar Iqbal saat bertemu pelaku industri perhotelan di Tunak Resort, Lombok Tengah, beberapa hari lalu.
Dorongan tersebut juga disampaikan seiring meningkatnya keterisian hotel saat penyelenggaraan MotoGP. Terlebih, data dari Asosiasi Hotel Mataram (AHM) menyebut rata-rata okupansi hotel bintang tiga ke atas di Kota Mataram telah mencapai 82 persen per 7 Oktober 2026.
Iqbal mengatakan, produksi perikanan NTB pada 2025 mencapai lebih dari 1,2 juta ton. Namun, banyak hasil perikanan tersebut dikirim ke luar daerah, termasuk produk premium seperti lobster.
Dari diskusi dengan asosiasi dan serikat nelayan, Iqbal mendapat masukan bahwa produk-produk perikanan berkualitas belum memperoleh pasar yang cukup kuat di NTB. Sementara itu, industri perhotelan dan restoran membutuhkan pasokan berkualitas untuk melayani tamu yang datang ke daerah ini.
“MotoGP harus kita gunakan untuk mempertemukan dua kepentingan ini. Hotel dan restoran membutuhkan produk berkualitas dalam jumlah besar, sementara nelayan dan pelaku usaha perikanan kita membutuhkan pasar yang kuat di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Untuk menghubungkan kebutuhan tersebut, Iqbal meminta adanya komunikasi langsung antara industri perhotelan dan restoran dengan asosiasi nelayan, pembudidaya, pemasok, serta pelaku usaha perikanan. Komunikasi itu diperlukan untuk memetakan jenis produk, volume, kualitas, kontinuitas pasokan, hingga standar yang dibutuhkan industri.
Pemetaan tersebut menjadi dasar membangun rantai pasok yang dapat memenuhi kebutuhan hotel dan restoran secara konsisten. Dengan demikian, penyerapan hasil perikanan lokal dapat berlanjut setelah penyelenggaraan MotoGP selesai.
“Jangan hanya berlaku selama MotoGP. MotoGP kita jadikan momentum untuk membangun rantai pasoknya. Kalau kualitas dan pasokannya sudah memenuhi standar industri, hubungan ini harus berlanjut setelah MotoGP selesai,” jelasnya.
Lebih jauh, Iqbal berharap pertumbuhan pariwisata NTB dapat memperluas pasar bagi hasil perikanan daerah.
“Saya ingin semakin besar belanja hotel dan restoran yang berputar kembali di NTB,” tandasnya. (ril)


Komentar