Pemerintahan Peristiwa
Home » Berita » Pemprov NTB Sebut Busa Putih di Laut KLU Gegara Kelalaian Pekerja Tambak

Pemprov NTB Sebut Busa Putih di Laut KLU Gegara Kelalaian Pekerja Tambak

Tangkapan layar video kemunculan busa putih di perairan sekitar Desa Sambik Elen, Lombok Utara. (dok: ist)

MataramPemprov NTB menyebut munculnya busa putih di perairan Dusun Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), beberapa hari lalu diduga akibat kelalaian pekerja tambak udang.

Busa putih yang diduga berasal dari aktivitas tambak tersebut sebelumnya viral di media sosial. Pemprov NTB kemudian turun ke lapangan bersama sejumlah instansi untuk mengecek kondisi tambak, sistem pengelolaan limbah, hingga administrasi perizinannya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB Muslim mengatakan, berdasarkan pengecekan sementara, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tambak tersebut tergolong baik.

Munculnya busa disebut terjadi ketika seorang pekerja melakukan perbaikan pipa dalam rangka proses sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

“Dari sisi tata kelola IPAL sudah bagus. Cuma dia ini mau memproses untuk mendapatkan sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Nah tapi untuk memproses itu ada bagian pipa yang harus diperbaiki, diluruskan,” kata Muslim, Rabu (19/8/2026).

Heboh, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Teras Udayana

Menurutnya, saat proses perbaikan tersebut terjadi kecelakaan kerja. Pekerja membuka salah satu bagian pipa sehingga air mengalir langsung ke bawah dan mengenai batu-batu di sekitar lokasi. Kondisi itu kemudian memicu munculnya gelembung atau busa.

“Sehingga oleh anggota yang kerja di sana itu terjadi kecelakaan kerja, ada semacam apa ya? Bukan kebocoran, mungkin dia buka pipa itu sehingga air itu langsung terjun ke bawah kena batu-batu itu,” jelasnya.

Kendati demikian, Muslim menyebut fenomena tersebut berlangsung singkat dan tidak sampai sehari. Pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air yang telah diambil dari lokasi tersebut, apabila ditemukan zat berbahaya maka pemerintah kata Muslim akan mengambil tindakan lanjut termasuk upaya hukum.

“Kita tunggu dulu hasil labnya kan gitu. Kita tetap berprasangka baik bahwa semua proses dilaksanakan, dan hasil lab sedang berproses hari ini mudah-mudahan berapa hari akan keluar hasil lab ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pemprov NTB, lanjut Muslim, juga telah melakukan pengecekan bersama tim pengawasan pemerintah pusat, terkait perizinan dan kondisi tambak tersebut, namun tidak ditemukan persoalan.

Pabrik Pakan Ternak Brida NTB Merugi Rp3,7 Miliar

Selain menindaklanjuti kasus di Sambik Elen, Muslim mengatakan pihaknya juga bakal melakukan pembinaan dan uji petik terhadap tambak-tambak yang membuang limbah ke laut di wilayah NTB.

Langkah tersebut dikatakan bagian dari agenda pengawasan untuk memastikan aktivitas tambak tidak mengganggu kesehatan ekosistem laut.

“Besok kami akan melakukan upaya proses langkah proaktif terhadap seluruh tambak-tambak yang ada di NTB pun yang membuang limbahnya ke laut, kita akan melakukan pembinaan sekaligus melakukan uji petik terhadap seluruh tambak-tambak yang ada,” ungkapnya.

Muslim mengatakan, pengawasan penting dilakukan karena tambak udang juga bergantung pada kondisi laut sebagai sumber air. Karena itu, keberlanjutan usaha tambak harus berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem laut.

“Kita juga ingin laut kita tetap sehat dan bisa dipakai untuk bagian dari media pembesaran krustaseanya itu,” tegasnya.

Dua Bakal Calon Ketua KONI NTB Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat

Lebih jauh, ia menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi investasi, tetapi aktivitas usaha tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Menurutnya, aktivitas usaha harus memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.

“Jadi intinya sekarang kita mari menjaga suasana kondusifitas daerah dengan investasi yang masuk supaya multiplier effect-nya secara sosial masyarakat kita ada lapangan kerja, tapi sekali lagi ekologi perairan, ekologi lingkungan wajib kita utamakan,” pungkas Muslim. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan