Mataram – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku berutang budi kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) karena selalu memberikan dukungan kepadanya dalam tiga pemilihan presiden berturut-turut, yakni pada 2014, 2019, dan 2024.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan secara serentak yang digelar di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026).
Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Prabowo menyampaikan apresiasinya atas loyalitas masyarakat NTB yang terus memberikan dukungan politik kepadanya, meski pada dua pemilihan presiden sebelumnya ia belum berhasil menjadi presiden.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat NTB, yang kebetulan dari dulu selalu mendukung saya. Walaupun berkali-kali kalah, tapi NTB terus setia pada saya,” ujar Prabowo.
Presiden kedelapan RI itu mengatakan dirinya merasa masih memiliki utang budi kepada masyarakat NTB yang harus dibalas melalui kerja nyata selama memimpin Indonesia.
“Rasanya saya masih utang banyak sama rakyat NTB ini. Tenang saja, masih ada beberapa tahun,” katanya yang disambut tepuk tangan masyarakat.
Dalam kunjungan kerjanya ke NTB, Prabowo meresmikan lima bendungan secara serentak yang dibangun dengan total anggaran Rp9,79 triliun.
Kelima bendungan tersebut yakni Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.
Menurut Prabowo, keberadaan lima bendungan tersebut akan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan teknologi pertanian, benih unggul, serta jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer yang mengairi sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian, lima bendungan itu diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 780 ribu ton padi per tahun.
“Hari ini kita resmikan lima bendungan. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, lima bendungan ini dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras,” tuturnya.
Prabowo juga menegaskan bendungan tidak hanya berfungsi sebagai tampungan air, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari penyediaan air irigasi, air baku, pengendalian banjir, hingga mendukung pengembangan energi terbarukan.
“Kita melihat kembali betapa pentingnya pengelolaan air yang tertampung di bendungan. Harus mampu dan wajib menjadi air irigasi bagi sawah, menjadi air baku bagi masyarakat, energi yang bisa dikembangkan, dan melindungi kawasan hilir dari banjir,” tukasnya.
Ia menambahkan pembangunan bendungan merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada pangan. (ril)


Komentar