Mataram – Penjualan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP di Sirkuit Mandalika, diklaim telah mencapai 50 persen dari target 145 ribu penonton.
“Ya kan targetnya 145 ribu penonton, dan update terakhir yang kami informasikan angkanya sudah hampir 50 persen tiket itu sudah terjual,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, usai rapat koordinasi persiapan MotoGP Mandalika 2026, Jumat (21/8/2026).
MotoGP Mandalika 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.
Menurut Aulia, persiapan penyelenggaraan MotoGP tahun ini lebih matang dari sebelumnya lantaran telah memasuki kali kelima NTB sebagai tuan rumah. Namun, evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya tetap menjadi dasar untuk melakukan perbaikan.
“Ya ini sudah hampir bisa kita sudah hampir biasalah kita dalam menggelar dari MotoGP. Tapi tentunya ada catatan-catatan dari penyelenggara yang mungkin ada yang baru,” jelasnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian tahun ini adalah akses dan pelayanan bagi penonton berkebutuhan khusus atau disabilitas. Pemprov NTB juga terus berkoordinasi dengan pihak bandara, transportasi darat dan laut untuk memastikan mobilitas penonton berjalan lancar.
Aulia mengatakan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menjadi salah satu titik penting yang harus dipersiapkan karena menjadi pintu masuk utama pembalap, kru, dan penonton dari luar daerah maupun mancanegara.
Selain kesiapan bandara, pemerintah kata Aulia juga menyoroti kondisi sejumlah infrastruktur menuju kawasan Mandalika, termasuk penerangan jalan umum (PJU) dan ruas jalan yang membutuhkan penanganan.
“Dan bagaimanapun juga bandara merupakan first impression daripada kedatangan, baik itu pembalap, baik itu penonton, dan orang yang berkunjung ke Nusa Tenggara. Tentunya ini momen untuk kita terus melakukan penataan yang lebih baik kedepannya,” katanya.
Pemprov NTB juga mendorong agar dampak MotoGP tidak hanya dirasakan di kawasan Sirkuit Mandalika. Sejumlah destinasi wisata dan kuliner di NTB dioptimalkan untuk dapat merasakan dampak ekonomi dari kedatangan puluhan ribu penonton.
Aulia mengatakan side event saat MotoGP tidak harus selalu digelar di kawasan sirkuit dan dalam skala besar. Dia menuturkan justru pemerintah mendorong destinasi dan kawasan wisata membuat atraksi masing-masing agar penonton memiliki pilihan kegiatan setelah menyaksikan balapan.
“Setelah orang nonton, setelah orang menyaksikan, tentunya dia akan mengarah ke tempat kuliner, nah kan gitu, tempat-tempat nongkrong dan sebagainya, tentunya perlu ada kegiatan atraksi-atraksi juga disitu,” tutur Aulia.
Pemprov NTB juga berupaya mendorong pembalap dan kru MotoGP menikmati destinasi wisata di luar kawasan Mandalika. Salah satu caranya melalui komunikasi dengan manajemen masing-masing pembalap dan penyusunan paket wisata bersama pelaku industri perjalanan.
Menurut Aulia, jika pembalap dapat mengunjungi destinasi unggulan NTB dan membagikan pengalamannya melalui media sosial, hal itu akan menjadi promosi yang efektif bagi daerah.
“Kita dorong itu dengan berkomunikasi, karena itu akan bisa buat untuk meningkatkan citra daerah kita juga, kan gitu,” tandasnya. (ril)


Komentar