Mataram – Karir mantan Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti berkibar. Ia resmi dilantik menjadi Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja di Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan pada hari ini, Selasa 7 April 2026 bertempat di Kantor Kemnaker RI, di Jakarta Selatan.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli.
Nuryanti diketahui terkena demosi atau penurunan jabatan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat mutasi terhadap pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemprov NTB pada Januari lalu.
Nuryanti merupakan satu dari lima pejabat eselon II yang didemosi waktu itu.
Jabatan Nuryanti turun drastis, yang awalnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian NTB, saat itu didepak menjadi Kepala Bidang Deposit, Pengadaan, Pengelolaan dan Pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, artinya pangkat Nuryanti turun menjadi Eselon III.
Namun siapa sangka, tak berselang lama Nuryanti mampu membalikkan karier ASN-nya, bahkan ia kini tampil sebagai pejabat kementerian.
Saat dihubungi, Nuryanti mengaku bersyukur atas jabatan baru yang diberikan kepadanya.
“Iya Allah maha baik, Alhamdulillah,” ujarnya melalui pesan singkat Whatsapp, Selasa (7/4/2026).
Nuryanti berujar jabatan baru ini memiliki irisan dengan bidang keilmuannya. Terutama dengan bekal pengalaman di bidang industri, yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tenang kerja.
“Mohon doanya, balik ke laptop. Ekonomi,” katanya.
Diketahui, Nuryanti merupakan satu dari beberapa pejabat yang dilantik untuk menduduki posisi strategis di Kemnaker RI.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli dalam prosesi pelantikan menekankan bahwa jabatan tersebut bukan hanya status baru, melainkan terdapat tanggung jawab yang melekat di pundak para pejabat yang baru dilantik.
“Saya menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar status, tapi tanggung jawab besar untuk memberi teladan, bekerja dengan amanah, dan mengabdi bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Yassierli pun berharap pejabat yang baru dilantik ini dapat menunjukkan kinerja progresif, terutama memberikan dampak nyata terhadap dunia ketenagakerjaan di tanah air.
“Menjadi pejabat bukan untuk bergaya-gayaan, tapi untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat. Selamat bertugas dan mari bekerja dengan integritas serta dedikasi tinggi demi kemajuan ketenagakerjaan Indonesia,” tandas Yassierli. (ril)


Komentar