Pemerintahan Uncategorized
Home » Berita » Pemprov dan Kemenbud Bangun Ulang Rumah Adat Bayan yang Ludes Terbakar

Pemprov dan Kemenbud Bangun Ulang Rumah Adat Bayan yang Ludes Terbakar

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membangun kembali rumah adat Bayan Bale Beleq Timuk Orong di Desa Bayan Timur, Kabupaten Lombok Utara yang terbakar pada Kamis 19 Februari 2026 lalu. Sebelumnya, warisan leluhur yang hangus dilalap api itu menyisakan duka bagi masyarakat adat Bayan.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan mengatakan, bantuan pembangunan rumah adat tersebut atas kolaborasi bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV NTB.

Dinaa Kebudayaan, Ihwan berujar, bersama tim Kementerian Kebudayaan telah turun ke lokasi untuk diskusi bersama masyarakat adat dan Pemda Lombok Utara terkait rencana pembangunan kembali rumah adat tersebut.

“Kami bersama Balai Pelestarian Kebudayaan sudah turun langsung bertemu masyarakat adat Bayan untuk membicarakan proses pembangunan kembali rumah adat yang terbakar,” ujar Ihwan, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, pembangunan rumah adat Bayan tidak bisa dilakukan seperti pembangunan rumah biasa karena seluruh prosesnya harus mengikuti aturan masyarakat adat setempat.

NTB Bidik Potensi PAD Rp 128 Miliar dari Revisi Perda Pajak-Retribusi

“Pembangunan rumah adat Bayan bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi membangun kembali ruang hidup kebudayaan masyarakat adat Bayan,” katanya.

Ihwan menjelaskan, proses pembangunan nantinya akan disesuaikan dengan kalender adat Bayan, mulai dari pengambilan material bangunan hingga melakukan ritual adat yang mengiringi pembangunan tersebut.

Selain membantu pembangunan fisik rumah adat itu, pemerintah juga akan membantu pelaksanaan ritual selamatan adat ketika rumah adat itu kembali ditempati oleh masyarakat.

Ihwan melanjutkan, masyarakat adat Bayan sempat membangun rumah adat sementara guna menjaga tradisi mereka tetap hidup di tengah musibah kebakaran yang menimpa.

“Kayu diangkat bersama, ilalang dikumpulkan bersama, dan pekerjaan dilakukan secara adat sebagai simbol bahwa kebudayaan Bayan tidak boleh runtuh oleh musibah,” tegasnya.

24.974 Ekor Sapi NTB Dikirim ke Jabodetabek untuk Kurban Idul Adha 1447 Hijriah

Kawasan adat Bayan sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan tertua di Pulau Lombok. Masyarakatnya masih mempertahankan arsitektur tradisional, ritual adat, hingga tata kehidupan sosial yang diwariskan sacara turun-temurun.

Karena itu, tutur Ihwan, pembangunan kembali rumah adat yang terbakar bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga menjaga identitas budaya masyarakat Bayan agar tetap lestari.

Menurut Ihwan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga menaruh perhatian besar terhadap kawasan tersebut, sebagai simbol kekayaan adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur agar tetap terjaga hingga di masa mendatang.

“Bayan ini bagian penting dari ekosistem budaya NTB dan kawasan penyangga Geopark Rinjani. Jadi pelestarian rumah adat di sana menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tandasnya. (ril)

Terdakwa Kasus Dugaan Gratifikasi DPRD NTB Hadiri Rapat Paripurna

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan