Mataram – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin menyebut antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Lombok dalam beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari PT Pertamina Patra Niaga.
Ia mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, secara teknis distribusi BBM sempat terganggu karena beberapa mobil tangki tidak beroperasi akibat proses maintenance atau perawatan.
“Secara teknis terjadi keterlambatan pasokan karena beberapa mobil tangki sedang dalam proses perawatan,” kata Samsudin saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Selain kendala distribusi, ia menjelaskan terjadi peningkatan penggunaan Pertalite lantaran sebagian besar masyarakat beralih dari penggunaan Pertamax menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut.
Kondisi tersebut Samsudin berujar membuat stok Pertalite di sejumlah SPBU lebih cepat habis dibandingkan biasanya.
“Karena harga Pertamax naik, sebagian masyarakat kembali menggunakan Pertalite. Dengan jumlah pemakaian yang meningkat, sementara distribusi mengalami kendala teknis, akhirnya terjadi kekurangan stok di sejumlah SPBU,” jelasnya.
Samsudin menegaskan, Pemprov NTB terus berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga sebagai operator penyedia BBM di NTB, termasuk menggandeng aparat penegak hukum (APH) untuk mengantisipasi berbagai persoalan di lapangan selama proses distribusi berlangsung.
Menurut informasi yang diterima dari Pertamina, distribusi BBM mulai dipulihkan dan pasokan ditargetkan kembali normal pada hari ini.
“Pertamina sudah mengonfirmasi bahwa distribusi diupayakan kembali normal hari ini,” tandas Samsudin.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan stok BBM di NTB dalam kondisi aman dan penyaluran terus dioptimalkan.
Untuk memperkuat pasokan di Pulau Lombok, Pertamina telah mendatangkan kapal pengangkut BBM untuk suplai tahap pertama yang membawa 2.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 500 KL Pertamax ke Integrated Terminal (IT) Ampenan.
Selain itu, kapal berikutnya juga dijadwalkan tiba dengan muatan 2.000 KL Pertalite dan 3.000 KL Biosolar untuk segera didistribusikan ke SPBU di seluruh wilayah Lombok.
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya mengoptimalkan seluruh sarana distribusi agar pasokan BBM kembali normal.
“Langkah kuncinya ada pada optimalisasi seluruh sumber daya. Kami mengoperasikan IT Ampenan lebih awal, menambah suplai secara masif melalui jalur laut, dan memaksimalkan armada mobil tangki di lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/8/2026).
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan dan tetap membeli sesuai kebutuhan. Perusahaan memastikan distribusi akan terus dioptimalkan sehingga kebutuhan energi masyarakat NTB tetap terpenuhi.
“Perseroan memastikan seluruh upaya terus dilakukan agar penyaluran BBM di wilayah NTB tetap berjalan dengan baik dan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga. Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan keluhan terkait layanan maupun penyaluran BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 yang siap melayani selama 24 jam,” tandas Rehadi. (ril)


Komentar