Lombok Barat – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk santri Pondok Pesantren NU Abhariyah, Lombok Barat, Selasa (4/8/2026).
Hal itu menyusul tingginya angka putus sekolah di kalangan santri akibat keterbatasan biaya pendidikan.
“Kami tidak ingin ada santri yang berhenti sekolah atau berhenti mondok karena tidak ada biaya. Untuk itu, kami berikan program PIP dan program KIP Kuliah untuk Ponpes NU Abhariyah,” tegasnya.
Selain bantuan pendidikan, Bendahara Umum DPP Partai Golkar itu juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk pembangunan pondok pesantren serta program sanitasi guna mendukung peningkatan sarana dan prasarana di lingkungan pesantren.
Dalam kunjungan itu, Sari mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Ponpes NU Abhariyah. Menurutnya, setiap berkunjung ke pesantren tersebut selalu menghadirkan suasana layaknya pulang ke rumah sendiri.
“Setiap saya ke Abhariyah, saya merasa seperti pulang ke rumah, bertemu Umi dan keluarga besar Abhariyah,” tuturnya.
Ia juga mengajak para santri untuk terus menumbuhkan semangat belajar dan tidak berhenti meningkatkan kualitas diri di tengah perkembangan zaman. Sari mencontohkan dirinya yang masih menempuh pendidikan doktor meski telah memasuki usia hampir setengah abad.
“Di usia saya yang hampir setengah abad, saya tetap semangat menuntut ilmu. Teruslah banyak membaca, mencari ilmu, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas keimanan dan akhlak,” ungkap Pimpinan Kosgoro 1957 itu.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes NU Abhariyah, Ustadz Imam Kafali, mengapresiasi kepedulian Sari Yuliati yang dinilai konsisten mendukung keberlangsungan pendidikan para santri sejak 2019. Menurutnya, bantuan tersebut telah menjadi salah satu solusi bagi santri dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah.
“Ibu Sari sudah menyalurkan bantuan untuk Abhariyah secara konsisten. Program ini sangat membantu para santri yang mayoritas dari kalangan menengah ke bawah, sehingga mereka yang sebelumnya terancam putus sekolah bisa terus melanjutkan pendidikan,” kata Imam.
Ia menambahkan, dukungan tersebut tidak hanya menyasar pendidikan tingkat dasar dan menengah, tetapi juga pendidikan tinggi melalui program KIP Kuliah yang dicairkan setiap semester.
Selain itu, Imam mengatakan Sari juga memfasilitasi satu unit mobil operasional yang digunakan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan serta operasional pesantren. (ril)


Komentar