Mataram – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah mewawancara peserta yang masuk tiga besar dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II di lingkup Pemprov NTB. Diprediksi pekan ini jabatan kosong ini bakal terisi.
Wawancara dilakukan di ruangan kerja gubernur pada Rabu, 8 April 2026. Sejak pagi hingga sore hari, satu per satu kandidat berdatangan untuk menjalani proses tersebut. Tahapan ini menjadi penentu akhir dari rangkaian seleksi yang digelar untuk mengisi 13 jabatan Eselon II yang lowong.
Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan dalam proses wawancara, gubernur menggali sejumlah aspek penting dari para kandidat, mulai dari rekam jejak hingga gagasan yang akan dilakukan jika terpilih nantinya.
“Yang dilihat itu pertama pengalaman sebelum mengikuti seleksi, kemudian pemahaman terhadap jabatan yang dilamar, langkah-langkah yang akan dilakukan jika menjabat, serta pemahaman terhadap persoalan yang berkaitan dengan masyarakat NTB secara umum,” kata Khalik, Rabu (8/4/2026).
Kepala Dinas Kominfotik NTB itu menambahkan, tidak semua posisi mengikuti proses wawancara langsung oleh gubernur. Untuk empat jabatan Wakil Direktur RSUD NTB, proses tersebut tidak dilakukan karena posisi tersebut berada di bawah koordinasi Direktur-nya langsung.
“Karena wakil direktur itu tidak langsung ke gubernur, sistem komandonya melalui direktur, maka direkturnya saja yang dipanggil untuk diwawancarai,” katanya.
Terkait jadwal pelantikan, Ahsanul menyebutkan bahwa proses tersebut sangat bergantung pada keluarnya peraturan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Namun, jika dokumen tersebut terbit dalam waktu dekat, pelantikan dimungkinkan digelar pada pekan ini.
“Kalau perteknya dari BKN cepat keluar, misalnya besok pagi, bisa saja sorenya sudah dilantik. Patokannya tetap pada pertek dari BKN,” ujarnya.
Dengan sisa hari kerja pada Kamis dan Jumat, peluang pelantikan semakin terbuka. Pemprov NTB lanjut Ahsanul, akan menyesuaikan dengan kondisi, termasuk atas diterapkannya kebijakan kerja dari rumah atau WFH di hari Jumat.
Sehingga apabila pelantikan digelar Jumat, dimungkinkan untuk dilaksanakan dengan tamu undangan seminimal mungkin.
“Masih ada waktu sampai hari Jumat, walaupun ada WFH, tapi kita usahakan tidak ada kegiatan yang mendatangkan terlalu banyak orang,” tambahnya.
Ahsanul juga memastikan bahwa pengajuan pertek ke BKN langsung dilakukan setelah tahapan wawancara selesai.
“Begitu selesai wawancara, langsung dikirim untuk perteknya,” pungkasnya. (ril)


Komentar