Pemerintahan
Home » Berita » Program Desa Berdaya Jadi Angin Segar untuk Desa di NTB

Program Desa Berdaya Jadi Angin Segar untuk Desa di NTB

Kepala Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu usai menerima bantuan keuangan sebesar Rp 500 juta lewat program Desa Berdaya. (dok: ril)

Mataram – Bantuan keuangan melalui program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini menjadi harapan baru bagi Pemerintah Desa (Pemdes) se-NTB. Termasuk, Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Kebijakan itu muncul di tengah kebijakan pemangkasan anggaran dana desa (ADD) dari pemerintah pusat, suntikan anggaran Rp 500 juta ini dirasakan sebagai angin segar untuk mendorong pembangunan sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem di tingkat desa.

Desa Saneo merupakan salah satu dari 40 desa yang menerima bantuan pada tahap awal program Desa Berdaya.

Program besutan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri ini akan menyasar 106 desa miskin ekstrem di NTB melalui skema Desa Berdaya Transformatif.

Sementara desa kategori miskin absolut akan mendapat dukungan melalui skema Desa Berdaya Tematik dengan bantuan Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.

Zulhas Lantik LAZ Jadi Ketua DPW PAN NTB

Kepala Desa Saneo, Rustam M Said, mengaku bersyukur sekaligus antusias atas bantuan tersebut. Di tengah keterbatasan anggaran desa, program ini dinilai memberi ruang bagi pemerintah desa untuk bergerak lebih leluasa dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Di Kabupaten Dompu hanya dua desa yang mendapat program Desa Berdaya. Desa Saneo salah satunya karena masuk kategori miskin ekstrem. Tentu ini sangat membantu kami,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Menurut Rustam, bantuan ini akan difokuskan pada kebutuhan mendesak warga, terutama sekitar 50 kepala keluarga yang telah terdata sebagai kelompok miskin ekstrem. Program yang dirancang tidak hanya menyasar bantuan langsung, tetapi juga pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi desa.

“InsyaAllah anggaran ini akan dialokasikan untuk rehab rumah, pemberdayaan tenaga kerja, dan kebutuhan prioritas lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dasar desa seperti jalan usaha tani, jalan lingkungan, hingga perbaikan irigasi.

Musrenbang NTB 2026: Fokus Tekan Kemiskinan-Selaras dengan Program Pusat

Selain itu, pengembangan potensi lokal juga menjadi bagian dari rencana besar Desa Saneo untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Salah satu sektor yang tengah digodok Desa Saneo adalah pariwisata, terdapat air terjun Oi Panca yang bisa dijadikan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Dompu.

“Kami punya potensi air terjun Oi Panca, sekitar 10 kilometer dari kampung. Di sana juga ada potensi madu dan hasil alam lainnya yang bisa dikembangkan untuk pariwisata dan ekonomi warga,” jelasnya.

Sebelumnya, Desa Saneo menerima dana desa sekitar Rp 900 juta, pada 2026 anggaran tersebut turun drastis menjadi sekitar Rp 300 juta.

Rustam tidak menampik bahwa pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat itu cukup berdampak pada perencanaan pembangunan di desa.

Kerap Salah Sasaran, Kemensos Godok Bansos Digital

“Dengan kondisi seperti ini tentu berat. Bagaimana desa bisa maju kalau dana desa dipangkas seperti itu,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan