Mataram – Dua jemaah haji asal Lombok Timur yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Lombok dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci bersama rombongannya setelah tidak memenuhi syarat kesehatan.
Keduanya sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD Provinsi NTB setibanya di Asrama Haji pada Selasa, 21 April 2026, akibat kondisi kesehatan yang memburuk.
Penanggung jawab pemeriksaan kesehatan jemaah di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Suparlan, menjelaskan salah satu jemaah yang gagal berangkat itu merupakan perempuan berusia 55 tahun, dengan diagnosa mengalami fraktur atau patah tulang di bagian leher pinggang.
Berdasarkan ketentuan medis, kondisi tersebut belum memenuhi kriteria istithaah atau kelayakan berangkat karena masa pemulihan belum mencapai tiga bulan.
“Kami merekomendasikan batal berangkat tahun ini, karena fraktur yang kurang dari tiga bulan tidak termasuk istithaah,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Sementara satu jemaah lainnya, yakni laki-laki berusia 85 tahun, didiagnosa mengalami anemia sedang dengan kadar hemoglobin (HB) hanya 5, jauh di bawah batas aman untuk penerbangan.
“Untuk bisa diberangkatkan, paling tidak HB-nya harus 8,5. Jadi keberangkatannya di kloter ini kami tunda,” kata Suparlan.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi tim medis RSUD NTB dan dokter spesialis penerbangan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram, dengan pertimbangan keselamatan jemaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Meski hampir dipastikan tidak berangkat bersama kloter pertama, petugas masih membuka peluang bagi kedua jemaah tersebut untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya, dengan catatan kondisi kesehatan mereka membaik.
“Kami tetap berupaya mencarikan solusi. Harapannya kesehatan jemaah membaik dan bisa berangkat bersama kloter lain,” tutur Suparlan.
Jemaah yang batal berangkat juga akan diprioritaskan untuk keberangkatan tahun berikutnya jika kondisi belum memungkinkan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj NTB, Ali Sahbana, memastikan pihaknya telah menindaklanjuti rekomendasi medis dengan menyiapkan jemaah pengganti.
“Sudah ada penggantinya dari kloter lain, untuk memastikan kursi tidak kosong,” kata Ali.
Kloter pertama NTB sendiri berjumlah 393 orang, terdiri dari 217 jemaah perempuan dan 176 laki-laki, termasuk pendamping, dokter, dan tenaga medis.
Seluruh jemaah diberangkatkan secara bertahap ke Bandara Internasional Lombok mulai pukul 23.00 Wita, sebelum terbang menuju Madinah pada Rabu dini hari, 22 April 2026 pukul 02.50 Wita. (ril)


Komentar