Pemerintahan
Home » Berita » Anggota DPRD NTB Mendadak Tes Urine Saat Paripurna, 24 Orang Absen

Anggota DPRD NTB Mendadak Tes Urine Saat Paripurna, 24 Orang Absen

Anggota DPRD NTB di dalam ruangan rapat paripurna usai melakukan tes urine. (dok: ril)

Mataram – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB mendadak melakukan tes urine terhadap anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di sela-sela rapat paripurna yang digelar di Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026).

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi NTB, Anggraini Ninik, mengatakan tes urine tersebut bukan dilaksanakan karena adanya dugaan penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota dewan, melainkan sebagai upaya pencegahan dini dan edukasi.

“Ini salah satu bentuk deteksi dini dan kepedulian kita terhadap aparatur negara, termasuk anggota dewan. Jangan sampai ada penyalahgunaan narkotika di kalangan DPR. Ini juga menjadi bentuk kerja sama dengan pemerintah daerah dan dilaksanakan atas permintaan Ketua Dewan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Dari total 65 anggota DPRD NTB, sebanyak 41 orang tercatat hadir dan mengikuti tes urine. Sementara 24 anggota lainnya tidak hadir dalam rapat paripurna. Seluruh anggota yang hadir disebut mengikuti pemeriksaan tanpa ada penolakan.

“Ada 41 anggota dewan yang ikut sesuai daftar hadir dan semuanya mengikuti tes urine. Tidak ada penolakan, semua mengikuti dengan tertib dan situasinya kondusif,” kata Ninik.

Puluhan Ribu Warga Geruduk Kantor Gubernur NTB untuk Dukung Keberlanjutan Program MBG

Meski hasil pemeriksaan sebenarnya telah diketahui, BNN belum mengumumkannya ke publik. Hasil tes akan terlebih dahulu disampaikan kepada Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Hasilnya sebenarnya sudah bisa diketahui, tetapi penyampaian hasil harus kepada pimpinan dewan terlebih dahulu. Untuk publikasi maupun pemberitaan hasilnya, kami serahkan kepada Ketua Dewan,” jelasnya.

Terkait anggota dewan yang tidak hadir, BNN menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan DPRD NTB apakah akan dilakukan tes susulan atau tidak.

Kendati demikian, BNN mencatat hingga saat ini belum pernah ditemukan anggota DPRD NTB yang terdeteksi menyalahgunakan narkotika melalui kegiatan pemeriksaan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.

Lebih jauh menurut Ninik, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama di tengah meningkatnya perhatian terhadap peredaran narkoba di NTB.

Pelaku Wisata Rinjani Tolak Agam dan Panji Petualang Buat Konten Peringatan Satu Tahun Juliana

Ia menegaskan bahwa anggota dewan sebagai wakil rakyat diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mendukung gerakan pencegahan narkoba.

‘Ini bukan karena kami mencurigai anggota dewan. Justru kami ingin memberi contoh kepada masyarakat bahwa deteksi dini penting dilakukan bersama-sama. Dewan adalah perwakilan rakyat, sehingga bisa menjadi teladan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan