Pemerintahan Pendidikan
Home » Berita » Unram Dampingi Aparatur Desa Perian Susun Pembangunan Berbasis Data Digital

Unram Dampingi Aparatur Desa Perian Susun Pembangunan Berbasis Data Digital

MataramUniversitas Mataram (Unram) terus berkomitmen mendorong penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat tapak. Melalui program pengabdian masyarakat, Unram mendampingi aparatur Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, dalam menyusun perencanaan pembangunan desa berbasis data digital dan partisipasi publik.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram, Dr. Andi Chairil Ichsan, menegaskan bahwa ketersediaan anggaran yang besar di tingkat desa tidak akan optimal tanpa dibarengi kapasitas aparatur yang mumpuni dalam membaca kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan besarnya anggaran. Perencanaan yang tepat membutuhkan aparatur yang mampu mengolah data riil di lapangan serta melibatkan warga secara aktif dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Andi Chairil Ichsan saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).

Andi menjelaskan, pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas aparatur dalam menyusun dokumen Rencana Pembangunan Desa (RPD), RPJMDes, RKPDes, hingga APBDes agar tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban administrasi formal.

“Selama ini tantangannya ada pada pemahaman perencanaan berbasis data dan mekanisme pelibatan masyarakat. Lewat program ini, kami menghadirkan simulasi dan lokakarya teknis agar aparatur desa paham bagaimana mengolah data digital menjadi pijakan kebijakan,” jelasnya.

Unram Sulap Kawasan Pesisir Jerowaru Jadi Ekowisata Digital Berbasis Konservasi

Dalam program tersebut, Unram memperkenalkan sistem basis data desa digital untuk memudahkan pemetaan masalah serta potensi lokal. Pendekatan ini juga dilengkapi dengan simulasi musyawarah desa yang inklusif agar aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat dapat terakomodasi.

Menurut Andi, inovasi tata kelola berbasis digital ini sejalan dengan komitmen Unram terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh dan Akuntabel), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 (Kawasan Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Perguruan tinggi harus hadir memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat. Kami berharap dari Desa Perian ini lahir model tata kelola desa berbasis data yang adaptif terhadap teknologi dan transparan, yang nantinya bisa direplikasi ke desa-desa lain di NTB,” pungkas Andi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan