Mataram — Universitas Mataram (UNRAM) mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi mengenai mikrobiom, komunitas mikroorganisme yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia.
Edukasi tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penyuluhan Peran Krusial Mikrobium bagi Kesehatan” yang dilaksanakan tim dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNRAM dengan sasaran mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).
Materi yang diberikan memperkenalkan fungsi mikrobiom dalam tubuh, mulai dari membantu proses pencernaan, produksi vitamin, perlindungan terhadap patogen, hingga regulasi sistem imun. Peserta juga diperkenalkan dengan hubungan antara keseimbangan mikrobiom, pola makan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNRAM, Dr. Andi Chairil Ichsan, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran dalam membawa pengetahuan ilmiah agar dapat dipahami dan dimanfaatkan masyarakat.
“Pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi akan memiliki dampak yang lebih luas ketika dapat ditransfer melalui edukasi yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” Dr. Andi Chairil Ichsan,
Pemilihan mahasiswa PGPAUD sebagai peserta dinilai penting karena mereka merupakan calon pendidik yang nantinya berperan dalam membangun pemahaman kesehatan sejak usia dini. Pengetahuan mengenai mikrobiom diharapkan dapat menjadi bekal dalam memahami aspek kesehatan dan perkembangan anak.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Sebelum penyuluhan, seluruh peserta disebut belum memiliki wawasan mengenai mikrobiom, fungsi, hubungan dengan kesehatan, serta cara menjaga keseimbangannya.
Setelah mengikuti penyuluhan, diskusi, dan evaluasi, laporan kegiatan mencatat seluruh peserta telah memiliki wawasan mengenai peran mikrobiom bagi kesehatan.
Program tersebut juga berkaitan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 17 tentang kemitraan.
Dalam perspektif Times Higher Education (THE) Impact Rankings, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UNRAM dalam menerjemahkan pengetahuan akademik menjadi edukasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depan, edukasi mengenai mikrobiom direkomendasikan untuk diperluas kepada keluarga, pendidik, dan kelompok masyarakat lainnya agar literasi kesehatan berbasis sains dapat menjangkau lebih banyak kalangan.


Komentar