Pemerintahan Pendidikan Uncategorized
Home » Berita » Unram Bekali Guru di Lombok Utara Manfaatkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi

Unram Bekali Guru di Lombok Utara Manfaatkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi

MataramUniversitas Mataram (UNRAM) mendorong peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Upaya itu dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Teknologi ChatGPT untuk Pengembangan Asesmen Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru-Guru Bahasa Inggris di Kabupaten Lombok Utara”.

Program tersebut menyasar 25 guru bahasa Inggris yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Kegiatan dilatarbelakangi masih terbatasnya pemahaman sebagian guru mengenai pemanfaatan AI, minimnya pelatihan yang aplikatif, serta kendala infrastruktur teknologi di sejumlah sekolah.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram, Dr. Andi Chairil Ichsan, mengatakan perkembangan AI perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas guru agar teknologi tidak hanya digunakan sebagai perangkat tambahan, tetapi benar-benar mendukung proses pembelajaran.

“Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus diikuti dengan penguatan kapasitas guru. AI dapat menjadi alat bantu untuk mengembangkan pembelajaran, tetapi tetap membutuhkan kemampuan guru dalam mengarahkan dan menggunakannya secara tepat,” kata Andi, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, workshop interaktif, praktik langsung, penerapan teknologi, pendampingan hingga evaluasi.

Unram Sulap Kawasan Pesisir Jerowaru Jadi Ekowisata Digital Berbasis Konservasi

Guru diperkenalkan pada penggunaan ChatGPT untuk membantu menyusun asesmen, membuat soal, mengembangkan rubrik penilaian, hingga mendukung pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan ChatGPT untuk pembelajaran. Sebelum pelatihan, sekitar 22 persen guru merasa cukup percaya diri menggunakan ChatGPT. Setelah mengikuti kegiatan, angka tersebut meningkat menjadi 88 persen.

Selain itu, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara penuh. Sebanyak 84 persen peserta menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan workshop, sementara 16 persen lainnya menyatakan puas.

Menurut Andi, capaian tersebut menunjukkan bahwa pendampingan langsung menjadi bagian penting dalam memperkenalkan teknologi kepada guru.

Penggunaan AI juga perlu diarahkan pada kebutuhan pembelajaran, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.

Unram Dorong Ubi Kayu Jadi Produk Bernilai Ekonomi bagi Perempuan Desa Kotaraja

Program ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UNRAM terhadap agenda pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 mengenai inovasi dan teknologi, SDG 10 terkait pengurangan kesenjangan, serta SDG 17 tentang kemitraan.

Dalam perspektif Times Higher Education Impact Rankings, kegiatan tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menerjemahkan pengetahuan dan inovasi akademik menjadi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya melalui peningkatan kapasitas guru di daerah.

Untuk menjaga keberlanjutan program, tim pengabdian juga membangun komunitas daring “AI untuk Pembelajaran SMK” sebagai ruang bagi guru untuk berbagi pengalaman dan praktik penggunaan AI.

Pengembangan pembelajaran berbasis proyek serta penguatan komunitas praktik MGMP menjadi bagian dari rencana lanjutan program.

UNRAM Perkuat Kompetensi Guru SD di Mataram, Dorong Pembelajaran Berbasis Bukti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan