Pariwisata
Home » Berita » Warga Mataram Tumpah Ruah Menyambut Kedatangan Para Pembalap MotoGP di Udayana

Warga Mataram Tumpah Ruah Menyambut Kedatangan Para Pembalap MotoGP di Udayana

Ribuan masyarakat memadati tribun Teras Udayana saat menyaksikan parade pembalap MotoGP di Mataram, Rabu (7/10/2026). (Dok:wartaone/zal)

Mataram — Suasana Taman Udayana, Mataram, mendadak riuh. Ribuan warga hingga pelajar memadati kawasan mulai dari perempatan Islamic Center hingga bundaran Tugu Pesawat, Rabu (7/10/2026).

Mereka datang untuk menyaksikan langsung parade pembalap MotoGP yang dijadwalkan menyapa masyarakat NTB sebelum turun dalam balapan MotoGP Mandalika 2026.

Pantauan WartaSatu, para pembalap tiba di Teras Udayana sekitar pukul 15.55 Wita. Mereka di antaranya Fabio Di Giannantonio, Franco Morbidelli, Marco Bezzecchi, Marc Márquez, Brad Binder, Máximo Quiles, Mario Aji dan Veda Ega Pratama.

Begitu turun dari mobil trailer, suasana langsung pecah. Warga dan pelajar berteriak histeris sembari berusaha mendekati para pembalap untuk meminta tanda tangan dan mengabadikan momen.

Namun, para pembalap langsung bergerak menuju panggung. Mereka kemudian menyapa ribuan pendukung yang telah memenuhi tribun Teras Udayana.

Veda dan Mario Siap Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika 2026

Salah satu pembalap yang mendapat sambutan paling meriah, Marc Márquez, mengaku senang bisa kembali ke NTB. Pembalap asal Spanyol itu juga menyatakan kesiapannya menghadapi balapan di Sirkuit Mandalika pada Minggu (11/10/2026).

“kami kembali ke Indonesia, kami tahu dari media sosial bahwa kami memiliki banyak penggemar, tapi setiap tahun ketika kami datang ke sini kami terkesa bahwa kami memiliki banyak penggemar dan mereka luar biasa. Jadi, ya, nikmati parade ini bersiap untuk balapan pada minggu besok di Mandalika,” kata Márquez di hadapan masyarakat NTB di Teras Udayana.

Márquez kemudian ditanya mengenai catatannya di Sirkuit Mandalika yang sejauh ini belum berakhir manis. Ia mengakui belum mampu menunjukkan performa terbaiknya dalam balapan di sirkuit tersebut.

Namun, pembalap yang memperkuat Ducati itu optimistis tahun ini bisa menjadi cerita berbeda. Ia bahkan berharap dapat mengakhiri balapan dengan meraih podium.

“Ya, saya maksudkan, Mandalika, dari tahun 2021, saya tidak pernah finis race, tapi saya berharap dan berharap bahwa tahun ini akan berbeda. Berdo’a untuk saya, berdo’a untuk 93, dan kami akan mencoba untuk melakukannya,” tegas Márquez.

Berawal dari Mandalika, Marshal Lokal NTB Mulai Dipercaya di Sirkuit Dunia

Menjelang berakhirnya parade, delapan pembalap tersebut kemudian diajak bersama-sama memukul gendang di hadapan ribuan penonton.

Aksi tersebut menjadi penutup parade sebelum para pembalap berfoto bersama di atas panggung Teras Udayana.(Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan