Mataram — Seorang lansia perempuan berinisial M (57) ditemukan tewas terbakar di pekarangan belakang rumahnya di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, diduga ikut terbakar saat membakar sampah.
Kepala Desa Selebung Agus Kusumahadi menuturkan, pada Selasa (7/10/2026) siang hari korban awalnya membakar sampah. Namun, hingga malam hari menjelang magrib, korban tak kunjung kembali.
Hingga anak korban bergerak mencari ibunya dan menemukan M sudah terbakar di antara pohon bambu di belakang rumahnya.
“Menurut informasi dari anaknya Suhaimi korban ini siang hari itu lagi bakar sampah di belakang rumahnya, jadi hampir ga ada keluarga yang tahu sampai tersabar itu sampai magrib, karena ibunya belum kelihatan jadi berusaha dicari sama anaknya ini akhirnya ditemukan dibelakang rumah sudah terbakar.” Kata Agus saat dihubungi melalui sambungan telepon. Rabu (7/10/2026).
Menurut Agus, di belakang rumah korban memang terdapat banyak pepohonan dan daun-daun kering. Kemungkinan, saat itu korban turut membakarnya.
“Jadi itu di belakang rumah dan banyak pepohonan dan banyak daun daun kering, dan itu mungkin yang dikumpulkan terus di bakar sama korban,” ungkapnya.
Hingga kini, kata Agus, jenazah M masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara NTB untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab korban terbakar.
“Jadi korban sekarang dalam pemeriksaan polisi, sedang di otopsi, oleh teman teman polisi, sudah di RS Bhayangkara.” Jelasnya.
Kendati demikian, ia berharap proses autopsi segera usai agar jenazah M dapat segera dimakamkan. Agus juga berharap fakta di balik kematian M segera terungkap.
“Kita berharap proses otopsi bisa cepat, supaya jenazah ini segera dimakamkan. Dan semoga cepat menemukan titik terang dan kebenaran dari peristiwa ini.” Tegas Agus.
Ditanya soal simpang siur penyebab meninggalnya korban, ia yakin keluarga M tidak pernah terlibat pertikaian. Ia berkeyakinan peristiwa tersebut murni musibah.
“Secara pribadi saya berkeyakinan karena memang tidak pernah ada konflik di keluarga ini, ini murni kecelakaan musibah, tapi kita tetap menghormati proses temen temen kepolisian.” Pungkasnya.(Zal)


Komentar