Mataram —Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah meyakini adanya tanda-tanda kekerasan fisik berdasarkan hasil otopsi pada tubuh seorang ibu berinisial M (57) yang ditemukan tewas terbakar di belakang rumahnya di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang.
Kasi Humas Polresta Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi menuturkan, dari hasil otopsi yang diterima penyidik, ditemukan adanya bekas luka fisik pada tubuh korban.
Namun, kata Brata, pihaknya belum dapat merinci secara pasti apakah luka tersebut diakibatkan oleh benda tumpul atau benda tajam.
“Masih proses penyidikan. Kemarin memang ada hasil otopsi, ada tanda kekerasan,” katanya, Selasa (3/11/2026).
Dengan temuan tersebut, penyidik Polres Lombok Tengah memperdalam penyelidikan dengan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan terlebih dahulu sebelum akhirnya tewas terbakar hingga hangus.
“Jadi penyelidikan kita berdasarkan apa namanya hasil otopsi, bahwa korban ini diduga mengalami kekerasan. Makanya kita melakukan penyelidikan mendalami terkait dengan permasalahan ini,” jelas Brata.
Kendati demikian, Brata mengaku belum dapat merinci secara pasti berapa jumlah saksi yang telah dimintai keterangan hingga saat ini.
Meski begitu, jajaran penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan dua barang bukti berupa sebilah golok serta kemasan minuman berenergi.
“Intinya kita berdasarkan hasil otopsinya, kita melakukan penyelidikan terhadap penyebab dari kematian korban tersebut,” pungkasnya.
Sebagai informasi, seorang lansia perempuan berinisial M (57) sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi terbakar di pekarangan belakang rumahnya di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa (7/10/2026).
Korban sempat diduga ikut terbakar saat sedang membersihkan dan membakar sampah.(zal)


Komentar