Peristiwa
Home » Berita » Fenomena “Godzilla El Nino” Menghantui Atlet NTB

Fenomena “Godzilla El Nino” Menghantui Atlet NTB

Mataram — Prediksi cuaca ekstrem berupa kemarau panjang yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai menjadi perhatian serius, termasuk di sektor olahraga. Kondisi suhu yang meningkat dan minimnya curah hujan dinilai berpotensi mengganggu program latihan atlet jelang pelatda.

Akademisi sport science NTB, Prof Johan Irmansyah, menilai perubahan kondisi iklim ini harus direspons dengan penyesuaian metode latihan, terutama pada cabang olahraga yang banyak dilakukan di luar ruangan.

Menurutnya, paparan suhu tinggi membuat tubuh atlet bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan suhu, sehingga energi yang dikeluarkan menjadi lebih besar dari kondisi normal.

“Kalau tidak diantisipasi, atlet akan lebih cepat lelah. Ini bisa berdampak langsung pada penurunan performa,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Dekan Universitas Mandalika itu menjelaskan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko dehidrasi karena tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Jika tidak diimbangi dengan manajemen latihan yang tepat, hal ini bisa mengganggu kesiapan atlet menghadapi kompetisi.

Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan Anak Difabel di Lombok Utara

Tidak hanya latihan di luar ruangan, Johan juga mengingatkan bahwa latihan indoor tetap memiliki potensi masalah. Sirkulasi udara yang kurang baik justru dapat membuat suhu di dalam ruangan terasa lebih panas.

“Indoor bukan berarti aman. Kalau ventilasi tidak bagus, panas tetap terjebak dan itu juga bisa mempengaruhi kenyamanan atlet,” jelasnya.

Dalam pendekatan sport science, ia menekankan bahwa program latihan harus disusun secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga mencakup aspek teknik, taktik, dan mental.

Namun dalam kondisi cuaca ekstrem, aspek fisik perlu mendapat perhatian lebih, terutama dari sisi pemenuhan nutrisi.

Ia menyarankan atlet untuk menjaga pola makan dengan asupan bergizi seimbang, termasuk protein, vitamin, dan serat, serta memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, terutama minuman yang mampu menggantikan elektrolit tubuh dengan cepat.

Mahasiswa Demo Gubernur NTB Soal 31 Titik Jalan Rusak

Selain itu, penyesuaian jadwal latihan juga dinilai penting, seperti menghindari waktu latihan saat suhu sedang tinggi dan memperbanyak waktu pemulihan.

“Recovery harus diperhatikan. Jangan sampai atlet dipaksakan latihan di kondisi yang justru merugikan,” tegasnya.

Johan sapaan akrabnya juga menekankan pentingnya pemantauan kondisi fisik atlet secara berkala agar potensi penurunan performa bisa dideteksi sejak dini.

Dengan manajemen latihan yang tepat dan berbasis ilmu pengetahuan, kata dekan gondrong itu, atlet NTB diharapkan tetap mampu menjaga performa meski dihadapkan pada ancaman cuaca ekstrem menjelang Porprov 2026.(Zal)

Dapur MBG di Kekalik Mataram Terbakar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan