Mataram – Kabupaten Lombok Utara (KLU) menambah daftar komoditas unggulannya melalui pengembangan varietas kakao baru bernama ‘Cokelat Ijo Kajuman’, yang didapatkan melalui hasil temuan dan persilangan oleh petani lokal.
Varietas ini digadang-gadang menjadi komoditas ekspor berikutnya setelah kurma asal KLU berhasil menembus pasar Arab Saudi.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB, I Gde Putu Aryadi, mengatakan saat ini sekitar 5.000 hektare lahan perkebunan telah disiapkan untuk pengembangan kakao Ijo Kajuman. Menurutnya, varietas ini memiliki potensi besar karena karakter buahnya yang berbeda dari kakao biasa.
“Selain kurma di KLU, ini akan dikembangkan coklat di lahan seluas sekitar 5.000 hektare,” ujarnya pada Rabu, (19/11/2025).
Aryadi menjelaskan, varietas tersebut lahir dari proses kawin silang yang dilakukan oleh petani setempat. Hasilnya adalah kakao berbuah lebih besar dengan tingkat produksi yang lebih tinggi sehingga diminati petani dari berbagai daerah, termasuk dari Sulawesi.
“Ada temuan teman-teman petani yang mengawinkan silang menjadi varietas baru ‘Ijo Kajuman’. Itu dicari oleh para petani dari luar terutama Sulawesi. Buahnya besar-besar, produksinya tinggi, kalau buah biasa kecil,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses pendaftaran dan sertifikasi varietas sedang diupayakan agar ‘Cokelat Ijo Kajuman’ ini menjadi varietas lokal resmi milik Lombok Utara. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah klaim dari daerah lain.
Dengan begitu, setelah keberhasilan kurma KLU diekspor ke Arab Saudi, pemerintah berharap ‘Cokelat Ijo Kajuman’ menjadi komoditas unggulan berikutnya yang mampu membuka peluang pasar internasional.
“Makanya saya mau sertifikasi, kita daftarkan sebagai varietas lokal sehingga kalau ada yang mau beli tidak ada yang bisa mengklaim,” tukasnya. (ril)


Komentar